Memahami Thoharoh Didalam Ilmu Fiqh

thoharoh

Memahami Thoharoh atau bersuci | Thoharoh atau bersuci adalah suatu cara mensucikan diri dari najis ataupun hadas . Alat yang digunakan untuk thoharah yaitu air , debu dan batu dengan syarat – syarat  tertentu .

Tatacara thoharoh sangat penting untuk difahami , karena salah satu syarat syahnya shalat yaitu berthoharoh atau bersuci .Apabila seseorang tidak bersuci maka tidak akan syah shalatnya . Dijelaskan juga bahwa suci sebagian daripada Iman .

Penjelasan diatas bersumber dari hadist nabi :

thoharoh

adversitemens

Macam – macam thoharoh

Didalam ilmu fiqih , dijelaskan bahwa thoharoh atau bersuci dibagi menjadi 2 macam , yaitu :

  1. Bersuci dari hadas dengan cara berwudhu , mandi , atau tayamum .
  2. Bersuci dari najis meliputi badan , pakaian dan tempat .

Hukum Thoharoh yaitu wajib bagi seseorang yang terkena najis baik badan , pakaian ataupun tempat .

Pengertian Hadas dan Najis

1. Hadas

Hadas adalah segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur yang menyebabkan bersuci dengan cara berwudhu , mandi ataupun tayamum .

Hadas terbagi menjadi 2 macam , yaitu :

a. Hadas kecil

Hadas kecil yaitu keadaan yang menyebabkan bersuci dengan cara berwudhu dan tayamum ( apabila ada halangan tidak ada air )

Sebab – sebab hadas kecil :

adversitemens
  • Mengeluarkan sesuatu dari kubul dan dubur , yaitu kencing dan berak .
  • Menyentuh dubur atau kubul dengan telapak tangan .
  • Hilangnya akal , karena tidur ( tidak dalam keadaan duduk ) , epilepsi , gila , dan mabuk
  • Bersentuhan kulit antara laki – laki dengan perempuan yang sama- sama dewasa yang bukan mahromnya .

b. Hadas Besar

Hadas besar yaitu keadaan yang menyebabkan bersuci dengan cara mandi  junub / mandi janabat atau tayamum ( apabila ada halangan tidak ada air )

Sebab – sebab hadas besar :

  • Haid atau Menstruasi / datang bulan
  • Nifas / mengeluarkan darah setelah melahirkan .
  • Keluar mani .
  • Bersenggama / berhubungan suami istri .
  • Melahirkan .
  • Meninggal dunia .

2. Najis

Najis yaitu segala sesuatu yang dipandang kotor oleh syariat islam / hukum islam , biasanya menempel pada badan , pakaian , dan tempat .

Macam – macam Najis :

a. Najis mukhofafah  ( najis ringan )

Yang termasuk dalam najis mukhofafah yaitu kencing anak laki – laki yang belum pernah makan dan minum kecuali ASI. Cara mensucikannya yaitu cukup disiram dengan air mutlak ( dipercikkan ).

b. Najis Mutawasithoh ( najis sedang )

Yang termasuk dalam najis mutawasithoh yaitu darah , kotoran hewan/ manusia , muntahan , bangkai , dan minuman yang memabukkan .Bangkai yang tidak najis yaitu bangkai manusia , ikan dan belalang .

Najis mutawasithoh terbagi menjadi 2 macam , yaitu :

  • Najis Ainiyah 

Najis ainiyah yaitu najis yang dapat diketahui warna / bentuknya , bau serta rasanya . Cara mensucikannya najis ini  harus dengan air mutlak yang mengalir sampai hilang wujud dan bentuknya , bau serta rasanya .

  • Najis Hukmiyah

Najis hukmiyyah yaitu najis yang tidak dapat diketahui warna / bentuknya , bau serta rasanya namun diyakini adanya . Contohnya percikan air kencing yang sudah mengering . Cara mensucikannya yaitu dicuci dengan air suci yang mengalir tanpa harus hilang warna / bentuk , bau dan rasanya .

c. Najis Mugholadhoh ( najis berat )

Yang termasuk kedalam najiss mugholadoh yaitu terkena air liur anjing dan babi . Najis yang bersumber dari anjing dan babi baik jilatannya , air kencing , kotoran , daging , darah dan bangkainya .

Cara mensucikannya adalah dengan dicuci dengan air suci sebanyak 7 kali dan salah satunya airnya dicampur denagn tanah / debu yang suci sampai hilang warna / bentuk , bau dan rasanya .

Macam – Macam yang mensucikan :

  1. Air Mutlaq

Air mutlaq yaitu air yang masih murni belum tercampur oleh bahan apapun . Yang termasuk dalam air mutlaq ,yaitu:

  • Air sungai
  • Air sumur
  • Air laut
  • Air es
  • Air Embun
  • Air hujan
  • Air dari mata air

2. Tanah

Syarat tanah yang boleh digunakan untuk bersuci yaitu suci , berdebu , belum digunakan untuk bersuci dan tidak tercampur sesuatu . Tanah digunakan untuk tayamum.

3. Batu

Batu digunakan untuk beristinja ( untuk membersihkan ketika selesai kencing atau buang air besar )

Jenis – jenis air

  1. Air suci yang mensucikan dan tidak makruh untuk digunakan.

Yang termasuk ke dalam air jenis ini adalah air mutlak yang telah dijelaskan diatas .

2. Air suci yang makruh untuk digunakan .

Yang termasuk ke dalam air ini yaitu air musyammas atau air yang terkena sinar matahari .Makruh digunakan apabila memenuhi syarat – syarat sebagai berikut :

  • Tempat airnya terbuat dari logam yang bukan emas dan perak
  • Air yang terdapat dalam temperatur panas tinggi .
  • Air yang masih panas

Hadist yang menjelaskan :

thoharoh

Apabila syarat – syarat diatas tidak terpenuhi maka air tersebut tidak makruh untuk digunakan , dan tidak makruh juga apabila digunakan untuk mencuci baju ataupun membersihkan tempat yang terkena najis . Dan apabila air yang panas sudah mendingin maka air tersebut tidak makruh untuk bersuci .

3. Air suci yang tidak mensucikan

Air ini terbagi menjadi 2 , yaitu:

  • Air musta’mal , yaitu air suci yang sudah digunakan untuk bersuci , maka air ini tidak boleh untuk bersuci .
  • Air yang tercampur dengan benda suci

Yang termasuk dalam air ini yaitu kopi , teh , susu dan lain sebagainya .

4. Air Mutanajis ( air najis )

Air najis yaitu air yang tercampur oleh najis walaupun hanya sedikit , yang jumlah airnya kurang dari 2 kullah . Dua kullah sama dengan 216 Liter , atau apabila dalam bentuk bak maka panjang , lebar dan tinnginya/dalamnya 60 cm .

Air ini terbagi menjadi 2 , yaitu :

  • Air sedikit

Yang dimaksud dari air sedikit yaitu air yang kurang dari dua kullah . Apabila air yang kurang dari dua kullah tercampur dengan najis walaupun tidak berubah baik warna , bau dan rasa.

Jadi , air ini tidak boleh untuk bersuci .

  • Air banyak

yang dimksud dari air ini yaitu air yang yang cukup bahkan lebih dari dua kullah . Apabila air ini tercampur najis selama tidak berubah bentuk baik warna , bau , dan rasa maka masih boleh digunakan untuk bersuci .

Demikian penjelasan tentang thoharoh . Walaupun pnjelasannya singkat semoga tetap dapat difahami , dan semoga bermanfaat . Jadilah orang yang suka akan kebersihan , karena bersih itu sebagian daripada iman . Semoga kita termasuk orang yang beriman .AMIN

adversitemens