Tata Cara Shalat Subuh Dalam Ilmu Fiqh

Shalat subuh merupakan shalat yang jumlah raka’atnya paling sedikit yaitu dua raka’at . Waktunya pun sangat singkat yaitu dari tergelincirnya fajar , sampai terbitnya matahari . Yang sekarang akan kita bahas kali ini yaitu bagaimana tata cara shalat subuh yang benar dan sesuai dengan ilmu fiqh yang diajarkan Rasulullah saw . Karena pasti diantara kita masih bingung ketika akan mengerjakan shalat subuh . Dan akibat fatalnya bukannya mengerjakan shalat sebisanya , tetapi malah tidak mengerjakan shalat sama sekali .

Namun untuk sebagia orang masalah ini tentu bukan masalah yang serius dan mungkin sudah banyak juga yang faham serta sudah banyak juga yang membahas tentang masalah ini . Akan tetapi tidak ada salahnya bukan, untuk kita bahas berkali – kali . Saling mengingatkan dalam hal kebaikan bukannya itu yang di anjurkan ? betul atau tidak? Jawab dalam diri masing – masing .

Tata Cara Shalat Subuh

Tata Cara Shalat Subuh

Sebelum menjalankan shalat subuh , sama seperti sebelum menjalankan shalat yang lain yaitu harus membersihkan diri dulu dari hadas dan hadis atau sering kita kenal dengan istilah berwudhu . Selain itu juga , sebelum mengerjakan shalat , harus memahami ketentuan – ketentuan shalat meliputi syarat syah shalat , syarat wajib shalat , rukun shalat serta hal – hal yang membatalkan shalat . Supaya kita dalam mengerjakan shalat lebih khusu dan syah sholatnya , walaupun hanya Allah swt yang mengetahui apakah shalat kita di terima atau tidak . Dan sebelum mengerjakan shalat juga kita harus memperhatikan aurat kita , batas aurat laki – laki yaitu dari pusar sampai lutut , dan bagi kaum perempuan yaitu seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan .

Tata Cara shalat subuh :

adversitemens

A. Raka’at Pertama

1. Berdiri Tegak 

Tata Cara Shalat Subuh

Seperti shalat yang lainnya sebelum mengerjakan shalat , kita harus berdiri tegak yang menandakan posisi siap untuk shalat . Namun jika tidak mampu untuk berdiri boleh dengan duduk . Dan jika duduk pun tidak mampu , maka boleh dengan berbaring . Dan jika berbaringpun tidak ammpu maka boleh dengan isyarat .

2. Takbiratul Ikhram sambil membaca “ALLAHUAKBAR ” dan membaca Niat

Tata Cara Shalat

adversitemens

Saat telah posisi siap untuk shalat , selanjutnya adalah takbiratul ikhram atau mengangkat kedua tangan sambil membaca kalimat takbir yaitu ” ALLAHUAKBAR ” . Dan dalam waktu yang sama , di dalam hati kita juga harus sambil Niat Shalat subuh . Tanpa niat shalat , maka shalatnya tidak akan syah .

Bacaan Niat shalat subuh adalah sebagai berikut :

Tata Cara Shalat Subuh

Niat shalat subuh di atas , merupakan niat shalat subuh ketika shalat sendirian . Dan apabila ketika shalat berjama’ah maka bacaan niat shalat subuhnya , sama cuma yang membedakan kalimat ” Adaa an – lillahita’ala ” di ganti dengan kalimat ” Adaa am- Ma’muman lillahita’ala ” . Dan apabila menjadi seorang makmum , maka kalimat ”  Adaa an – lillahita’ala ” diganti dengan kalimat ” Adaa an – Imaaman lillahita’ala

3. Bersedekap 

Tata Cara Shalat Subuh

Gambar di atas menunjukkan bagaimana posisi bersedekap dalam shalat .

Bersedekap atau meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri . Gerakan ini merupakan langkah dalam shalat subuh setelah takbiratul ikhram . Dalam posisi ini , bacaan yang di baca yaitu membaca bacaan do’a iftitah , surah al- fatihah , dan surah – surah pendek .

  • Do’a Iftitah :

Tata Cara Shalat Subuh

Artinya:

Tata Cara Shalat Subuh

  • Surah Al- fatihah :

Tata Cara Shalat Subuh

Artinya :

Tata Cara Shalat Subuh

  • Surah – surah pendek 

Misalnya , di raka’at yang pertama membaca QS.Alam Nasyrah :

Tata Cara Shalat Subuh

Tata Cara Shalat Subuh

4. Ruku’

Setelah selesai membaca do’a iftitah , surah al- fatihah dan membaca surah pendek . Maka selanjutnya melakukan ruku’ dengan cara di awali mengangkat tangan dengan membaca takbir ( ALLAHUAKBAR ) . Lalu ruku’ dengan cara membungkuk , posisi tangan memegang lutut dengan jari tangan di renggangkan . Posisi tangan lurus , tidak di tekuk , serta pandangan mata lurus ke tempat sujud . Dan membaca do’a ruku  sebanyak 3 kali . Perhatikan gambar berikut ini supaya , lebih faham bagaimana posisi ruku’ yang benar .

Tata Cara Shalat Subuh

Do’a Ruku’:

Tata Cara Shalat Subuh

5. I’tidal 

Setelah selesai ruku’ , selanjutnya mengangkat tangan sejajar dengan telinga atau sejajar pundak atau di sebut dengan i’tidal . Perhatikan gambar di bawah ini :

Tata Cara Shalat Subuh

Ketika i’tidal do’a yang di baca adalah :

Tata Cara Shalat Subuh

Dan setelah tegak , membaca :

Tata Cara Shalat Subuh

6. Sujud 

Selanjutnya adalah , melakukan gerakan sujud dengan di awali kalimat takbir tetapi tidak mengangkat tangan . Dan ketika sujud , mmbaca do’a sujud sebanyak 3 kali .Posisi sujud , dapat di lihat dalam gambar berikut :

Tata Cara Shalat Subuh

Do’a sujud :

Tata Cara Shalat Subuh

7. Duduk Iftirasy 

Sujud dalam shalat di lakukan sebanyak dua kali , dan diantara kedua sujud tersebut terdapat duduk diantara dua sujud yang di sebut juga dengan duduk iftirasy .Posisi duduk iftirasy yaitu seprti dalam gambar berikut :

Tata Cara Shalat Subuh

Dari gambar di atas , terlihat bahwa duduk iftirasy dilakukan dengan cara kaki kiri diduduki dan kaki kanan tegak menghadap kiblat . Serta posisi tangan di atas paha dengan jari sejajar lutut . Dan sebelum duduk iftirasy harus membaca takbir terlebih dahulu tanpa mengangkat tangan .

Do’a Iftirasy :

Tata Cara Shalat Subuh

B. Raka’at Kedua

Setelah raka’at pertama selesai , maka selanjutya berdiri untuk mengerjakan shalat subuh raka’at yang ke dua . Posisinya sama seperti dalam raka’at yang pertama yaitu dengan cara :

1. Bangkit dari sujud untuk mengerjakan raka’at kedua , dengan di awali takbir namun tidak sambil mengangkat tangan . Ketika akan bangkit dari sujud , lakukan dengan duduk sejenak sebagai duduk istirahat lalu di lanjutkan berdiri , dengan cara seperti gambar berikut :

Tata Cara Shalat Subuh

atau

Tata Cara Shalat Subuh

2. Setelah posisi berdiri tegak , lalu selanjutnya seperti dalam raka’at pertama yaitu membaca surah alfatihah dan surah- surah pedek . Yang membedakan tidak membaca do’a iftitah .

3. Setelah membaca surah al- fatihah dan surah – surah pendek , maka selanjutny adalah ruku’ . Posisi ruku’ sama seperti dalam roka’at pertama baik gerakan ataupun do’anya .

4. Setelah ruku’ selanjutnya adalah i’tidal . Bacaan yang di baca juga sama seperti dalam raka’at pertama .

5. Membaca Qunut 

Setelah i’tidal dalam posisi berdiri, dalam shalat subuh kita disunnahkan membaca do’a qunut . Dan sebagian ada yang berpendapat dalam mengerjakan shalat subuh di lakukan tanpa qunut .

Tata Cara Shalat Subuh

Tata Cara Shalat Subuh

6. Sujud dan duduk iftirasy 

Setelah do’a kunut selesai , selanjutnya langsung melakukan dua sujud dan diantara sujud dilakuka duduk iftirasy . Caranya seperti yang telah di jelaskan di atas .

7. Tahiyat atau Tasyahud Akhir

Setelah sujud yang kedua selesai dalam raka’at ke dua , maka selanjutnya melakukan tahiyatul akhir . Karena shalat subuh raka’atnya berjumlah 2 raka’at . Maka tidak harus melakukan tahiyatul awal . Dan posisi duduk tasyahud akhir adalah seperti dalam gambar berikut :

Tata Cara Shalat Subuh

Dan do’a tasyahud akhir yang di baca adalah :

Tata Cara Shalat Subuh

8. Salam 

Tata Cara Shalat Subuh

Setelah do’a tasyahud akhir selesai di baca , maka selajutnya lakukan salam . Salam hukumnya wajib dalam shalat , salam di lakukan dua kali yaitu menengok ke kanan dan kekiri . Dan yang wajib adalah salam yang pertama ketika menengok ke kanan . Namun yang ke dua juga lebih baik dilakukan walaupun hukumnya tidak wajib .

Do’a ketika salam :

Tata Cara Shalat Subuh

Demikian , penjelasan mengenai tata cara shalat subuh dalam ilmu fiqh . Dari penjelasan di atas , dapat kita simpulkan bahwa yang membedakan shalat subuh dengan shalat yang lainnya adlah pertama sudah jelas shalat subuh hanya berjumlah dua raka’at . Dan di raka’at yang ke dua , setelah i’tidal tidak hanya membaca do’a i’tidal , namun dilanjutkan dengan membaca do’a qunut .

Semoga dengan penjelasan di atas , dapat membantu kita dalam mengerjakan shalat subuh lebih khusu lagi dan yang pasti tidak tertukar – tukar dengan shalat – shalat yang lainnya . Semoga ibada shalat kita tidak bolong – bolong lagi . Semoga bermanfaat .AMIN

adversitemens