Memahami Tata Cara Shalat Fardhu Dalam Ilmu Fiqh

Shalat Fardhu atau shalat lima waktu merupakan ibadah wajib umat islam . Dan pahala dari ibadah shalatpun dapat menolong seseorang kelak di akhirat serta merupakan amal yang pertama kali ditanyakan di alam kubur setelah seseorang telah meninggal dunia. Lalu bagaimanakah tata cara shalat fardhu yang benar serta sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah saw ? Pertanyaan ini pasti untuk sebagian orang sudah biasa atau bahkan tidak memerlukan penjelasan yang terlalu lebar . Dan pasti kita sudah sering mendengarkan di majelis ta’lim mengenai penjelasan – penjelasan tetang bagaimana tatacara shalat fardhu . Namun tidak ada salahnya bukan jika hal ini kita bahas kembali . Karena membicarakan suatu kebaikan yang bermanfaat itu tidak ada larangannya apalagi tentang shalat . Betul tidak ? Yang menjawab iya hanya orang – orang yang normal saja .Untuk lebih jelasnya , mari kita fahami penjelasan di bawah ini !

Tata Cara Shalat

Tata Cara Shalat Fardhu

Sebelum kita mengetahui lebih dalam mengenai bagaimana tatacara shalat fardhu , maka terlebih dahulu kita harus memahami tentang pengertian , serta dasar hukum shalat wajib .

A. Pengertian Dan Dasar Hukum

Shalat secara bahasa , memiliki arti do’a .

adversitemens

Sedangkan secara istilah shalat memiliki arti suatu ibadah yang hukumnya wajib terdiri dari ucapan dan perbuatan yang di awali dengan takbirotul ikhram dan di akhiri dengan salam serta dengan rukun dan syarat tertentu .

Dasar hukum shalat hukunya wajib tercantum di dalam beberapa firman Allah swt di bawah ini :

  • QS. Al- Baqaraha ayat 3 :

Tata Cara Shalat

  • QS.Al- Baqarah ayat 6 :

Tata Cara Shalat

  • QS.Al- Baqarah ayat 43 :

Tata Cara Shalat

  • QS. Al- Baqarah ayat 45 :

Tata Cara Shalat

adversitemens

Sudah sangt jelas bukan ? Bagaimana hukum menunaikan shalat bagi kita sebagai seorang muslim . Tidak ada kata ngelak jika kita fahami betul ayat – ayat di atas .

B. Tata Cara Shalat 

Raka’ay

1. Berdiri Tegak ( posisi siap untuk shalat )

Pertama kali ketika akan melaksanakan shalat , kita harus berdiri tegak siap untuk melaksanakan shalat . Namun , tidak menutup kemungkinan jika tidak sanggup berdiri boleh menjalankan shalat dengan duduk , jika tidak sanggup duduk maka boleh sambil terlentang atau terbaring , jika sudah tidak sanggup terlentang maka boleh dengan kedipan atau isyarat . Ini dilakukan sejak sebelum niat shalat dan takbiratul ikhram .

Cara melakukan step 1 atau langkah 1 adalah :

Tata Cara Shalat

  • Tidak lupa wudhu terlebih dahulu sebelum shalat .
  • Berdiri tegak , dengan kedua tangan rapat di sebelah badan , kaki direnggangkan kira – kira paling lebar selebar bahu .
  • Jari kaki menghadap kiblat
  • Pandangan mata lurus ke tempat sujud
  • Posisi menghadap kiblat , namun jika tidak mengetahui arah mana kiblatnya maka boleh tidak menghadap kiblat . Namun dengan catatan niatnya tetap menghadap kiblat .

2. Takbirotul ikhram dengan mengucapkan “ALLAHUAKBAR”

Selanjutnya setelah berdiri tegap , posisi telah siap untuk mengerjakan shalat langkah selanjutnya adalah mengangkat tangan atau takbirotul ikhrom dengan mengucapkan “ALLAHUAKBAR ” , namun diwaktu yang bersamaan , kita juga harus membaca niat shalat di dalam hati .

Niat dan takbir waktunya bersamaan , bukan takbir dulu baru niat da bukan pula niat dulu baru takbir . Ini semua dijelaskan dalam beberapa penjelasan di bawah ini :

Tata cara Shalat

Cara melakukan langkah yang ke dua ini adalah :

Tata Cara Shalat

  • Mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau sejajar telinga .Perhatikan gambar di bawah ini :

Tata Cara Shalat

atau

Tata Cara Shalat

  • Jari – jari di rapatkan namun bukan di genggam ,dan arahnya ke atas .
  • Telapak tangan menghadap kiblat , bukan menghadap ke atas ataupun kearah samping .
  • Tatapan mata menghada ke arah tempat sujud bukan menghadap ke atas ataupun sambil menoleh .
  • Lengan direnggangkan dari ketiak ini di sunnah kan bagi kaum laki – laki . Namun bagi kaum wanita lengan tetap menempel di ketiak .
  • Dengan mengangkat tangan bersamaan mengucapkan takbir “ALLAHUAKBAR ” Dan Niat Shalat di dalam hati .

Niat Shalat :

  • Niat Shalat Subuh

Tata Cara Shalat

  • Niat Shalat Dzuhur

Tata Cara Shalat

  • Niat Shalat Ashar

Tata Cara Shalat

  • Niat Shalat Magrib

Tata Cara Shalat

  • Niat Shalat Isya

Tata Cara Shalat

3. Bersedekap dalam shalat

Gerakan setelah takbirotul ikhram adalah bersedekap atau meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri .Untuk lebih jelasnya lihatlah gambar dan penjelasan di bawah ini :

Tata Cara Shalat

  • Meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri atau dipergelangan tangan kiri atau dilengan tangan kiri .
  • Atau boleh juga dengan tangan kanan menggenggam tangan kiri , perhatikan gambar di bawah ini :

Tata Cara Shalat

atau

Tata Cara Shalat

  • Meletakkan tangan di dada atau boleh juga di bawah dada di atas pusar ataupun meletakkan tangan di bawah pusar .

Ketika bersedekap , do’a yang di baca adalah :

  • Do’a iftitah ( pertama kali )
  • Membaca surah AL- Fatihah
  • Membaca surah – surah pendek ,seperti AL-ikhlas , Al- ‘Asr , Al-Falak , An-Nas atau surah pendek yang lain .

Do’a Iftitah 

Tata Cara Shalat

Artinya :

Tata Cara Shalat

Bacaan Doa iftitah yang kedua :

Tata Cara Shalat

Membaca Surah Al-Fatihah 

Setelah membaca do’a iftitah sampai selesai , selanjutnya membaca surah Al-Fatihah :

Tata Cara Shalat

Artinya :

Tata Cara Shalat

Membaca Surah – surah pendek 

Setelah membaca do’a Iftitah dan membaca surah Al- Fatihah sampai selesai , maka selanjutnya membaca surah – surah pendek yang ada di dalam AL-QUR’AN . Surah yang di baca bebas boleh apa saja , tidak ada patokannya diharuskan surah – surah tertentu .

4. Ruku’

Setelah kita bersedekap dan selesai membaca do’a iftitah , surah al- fatihah dan surah – surah pendek maka selanjutnya melakukan gerakan ruku’ . Ruku’ memiliki arti membungkukkan badan . Untuk lebih jelasnya , perhatikan gambar dan penjelasan di bawah ini :

Tata Cara Shalat

Tata Cara Shalat

Langkah – langkah ruku’ :

a. Angkat kedua tangan sejajar pundak atau telinga sambil mengucapkan kalimat ” ALLAHUAKBAR ” .

b. Lalu bungkukkan badan , kepala dengan punggung sejajar tidak terlalu condong ke bawah ataupun terlalu mendongak ke atas . Atau dengan kata lain posisi punggung lurus seperti yang di gambar .

c. Posisi tangan menggenggam lutut bukan paha ataupun betis  dn jari tangan di renggangkan .

d. Posisi tangan lurus , dan siku tidak di tekuk .

e. kedua kaki tidak ditekuk ( lurus ).

f. Pinggang direnggangkan dari paha .

g. Pandangan mata lurus ke tempat sujud .

h. Setelah posisi benar , lalu membaca do’a ruku’ sebanyak tiga kali .

DO’A Ruku’ :

Tata Cara Shalat

5. I’tidal

Seteah ruku’ dan telah membaca do’a ruku’ sebanyak 3 kali selanjutnya adalah melakukan i’tidal . Apa yang di maksud dengan i’tidal ? I’tidal yaitu posisi bangkit dari ruku’ dan badan kembali tegak . Untuk lebih jelasnya bagaimana i’idal itu , maka perhatikan gambar di bawah ini beserta dengan penjelasannya :

Tata Cara Shalat

langkah – langkah :

a. Berdiri keposisi seperti sebelumnya sambil mengangkat tangan sejajar telinga atau pundak . Dan bukan membaca ” Allahuakbar ” , melainkan membaca :

Tata Cara Shalat

b. Dan setelah tegak , membaca do’a :

Tata Cara Shalat

6. Sujud 

Setelah ‘itidal dan posisi badan sudah tegap bacaan i’tidal pun sudah selesai , maka selanjutya adalah sujud . Sujud , yaitu tersungkur ke bumi .Dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa anggota badan yang harus menempel ke lantai atau tanah ketika sujud berjumlah 7 . Hadist tersebut :

Tata Cara Shalat

Dari hadist diatas , dapat disimpulkan bahwa , 7 anggota badan tersebut adalah :

  • Dahi dan juga hidung
  • Telapak tangan kanan
  • Telapak tangan kiri
  • Lutut kanan
  • Lutut kiri
  • Ujung kaki kanan
  • Ujung kaki kiri

Dan untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dan penjelasan di bawah ini :

Tata Cara Shalat

a. Setalah i’tidal selesai , langsung lakukan posisi sujud . posisi awal dengan menekuk lutut dan di awali dengan takbir atau membaca ” ALLAHUAKBAR “

b. Letakkan kedua lutut kelantai , lalu letakkan dahi dan hidung ke lantai .

c. Kedua telapak tangan di buka namun , jari tangannya rapat namun tidak di kepal .

d. Jari tangan dan kaki menghadap kiblat .

e. Lengan di renggangkan dari ketiak bagi kaum laki – laki  . Dan bagi kaum perempuan ,lengan tangannya dirapatkan dari ketiak . Namun ini ada perbedaan pendapat perempuan juga boleh merenggangkan lengan .

f. Renggangkan pinggang dari paha , dan posisi pantat lebih tinggi dari kepala .

g. Sujud di lakuka dengan tenang , setelah posisi sujud telah tenang maka baca do’a sujud sebanyak 3 kali .

Do’a sujud 

Do’a sujud Yang di baca oleh mayoritas muslim :

Tata Cara Shalat

Sujud di lakukan dua kali , namun di antara kedua sujud tersebut , ada duduk yang di namakan duduk iftirasy .

7. Duduk Iftirasy

Duduk iftirasy , yaitu duduk diantara dua sujud . Posisi nya bagaimana ? perhatikan gambar di bawah ini maka akan mendapatkan jawabannya .

Tata Cara Shalat

Langkah – langkahnya :

a. Bangun dari sujud yang pertama , sambil membaca takbir yaitu membaca ” ALLAHUAKBAR “

b. Duduk dengan posisi kaki kiri diduduki ,sedangkan kaki kanan tegak dengan jari kaki kanan menghadap ke arah kiblat .

c. Posisi badan tegak , dengan kedua siku tangan di tekuk .

d. Telapak tangan di letakkan di atas paha dengan ujung jari -jarinya sejajar lutut .

e. Telapak tangan di renggangkan dan jari tangan dihadapkan ke arah kiblat .

f. Pandangan mata lurus ke tempat sujud .

g. Setelah posisi telah tuma;ninah , maka selanjutnya membaca do’a iftirsy .

Do’a Iftirasy :

Tata Cara Shalat

Setelah melakukan duduk iftirasy , maka lakukan kembali sujud . Dan caranya sama seperti yang sudah di jelaskan di atas .

8. Duduk Tasyahud Awal

Duduk tasyahud awal atau duduk tahiyat awal yaitu duduk yang di lakukan di roka’at kedua setelah sujud ke dua . Duduk ini dilakukan jika shalat yang di lakukan raka’atnya lebih dari 2 raka’at . Shalat – shalat itu adalah shalat dzuhur , shalat ashar , shalat magrib dan shalat isya . Posisi duduk tasyahud awal seperti duduk diantara dua sujud. Untuk lebih jelasnya , perhatikan penjelasan di bawah ini :

Tata Cara Shalat

Langkah – langkahnya :

a. Bangkit dari sujud yang  kedua di roka’at yang ke dua sambil mengucapkan kalimat takbir yaitu ” ALLAHUAKBAR”

b. Telapak kaki kiri di duduki , sedangkan kaki kanan di tegakkan dengan jari kaki kanan di hadapkan ke arah kiblat.

c. Badan tegak lurus , dan kedua siku tangan di tekuk .

d. Telapak tangan di buka di letakkan di atas paha , dengan jari – jari sejajar lutut dan di hadapkan ke arah kiblat .

e. Di sunnah kan memberi isyarat dengan tangan tangan kanan di genggam , telunjuk tangan kanan menunjuk atau di angkat . Dan membaca do’a tasyahud awal .

Do’a tasyahud awal :

Tata Cara Shalat

9. Duduk Tasyahud Akhir

Duduk tasyahud akhir yaitu , duduk yang dilakukan setelah sujud yang ke dua di akhir raka’at shalat . Duduk yang dilakukan bukan lagi duduk iftirasy , tetapi duduk tawaruk . Bagaimanakan caranya ? perhatikan gambar dan penjelasan di bawah ini :

Tata cara shalat

Langkah – langkah :

a. Bangkit dari sujud yang kedua pada raka’at terakhir dan sambil mengucapkan takbit yaitu membaca ” ALLAHUAKBAR “

b. Telapak kaki kiri masuk ke dalam kaki kanan , sehingga posisi panggul menyentuh lantai ( seperti dalam gambar )

c. Telapak kaki kanan tetap tegak menghadap kiblat .

d. Posisi badab tegak , kedua siku di tekuk dan telapak tangan di buka dengan jari – jari renggang .

e. Telapak tangan di letakkan di atas paha , jari – jari tangan sejajar siku .

f. Ketika duduk tasyahud akhir juga di sunahkan untuk mengenggam tangan kanan dan jari telunjuk diangkat . Dan sambil membaca do’a tasyahud akhir .

Do’a tasyahud Akhir :

Tata Cara Shalat

10. Salam

Salam , yaitu do’a yang di baca di saat roka’at terakhir , dan merupakan akhir dari rangkaian shalat . Salam dilakukan dengan cara menoleh ke kanan dan kekiri , sejajar dengan bahu dan sampai orang yang di belakangnya lihat hidungnya . Salam yang pertama hukumnya wajib dan yang ke dua hukumya sunnah namun lebih baik dikerjakan .

Posisi salam seperti yang ada dalam gambar di bawah ini :

Tata Cara Shalat

Dan bacaan yang di baca adalah :

Tata Cara Shalat

11. Tertib

Yang di maksud tertib , yaitu urutan – urutan shalat tidak boleh terbolak – balik. Karena urutannya sudah ada aturannya dan sudah di contohkan oleh Rasulullah saw bagaimana urutan shalat yang benar . Walaupun shalat kita bacaannya benar tetapi tidak urut atau tertib maka shalat kita tidak akan syah .

Demikian penjelasan mengenai tata cara shalat fardhu dalam ilmu fiqh . Semoga dengan penjelasan mengenai bagaimana tata cara shalat fardhu deperti yang telah di jelaskan di atas , menjadikan kita lebih giat lagi untuk mengerjakan kewajiban kita yaitu shalat . Dan semoga shalat kita jangan bolong – bolong , dan bacaan kita ketika shalat menjadi lebih baik .

Dan semoga penjelasan di atas , cukup jelas dan cukup membantu bagi yang belum faham tentang bagaimana shalat fardhu yang benar . Semoga bermanfaat .AMIN

adversitemens