Memahami Tata Cara Ruku’ Dan I’tidal Dalam Shalat

Memahami tata cara ruku’ dan i’tidal | Ruku’ dan i’tidal termasuk kedalam rukun shalalat dan apabila lupa dikerjakan maka shalatnya tidak syah . Ruku’ dan i’tidal pasti tidak asing lagi untuk kita umat muslim . Akan tetapi tidak ada salahnya kita untuk mempelajari bersama , supaya dalam mengerjakan shalat kita akan dapat menjalankan secara sempurna .

ruku' dan i'tidal

Tatacara ruku’ dan i’tidal

  1. Tatacara Ruku’

Banyak hadist yang menjelaskan bagaimana Rasulullah saw mencontohkan ruku’ yang benar .

 Ruku’ yang benar yaitu :

Setelah kita selesai membaca surah al-qur’an , maka selanjutnya angkat ke dua tangan setinggi telinga bagi laki – laki dan sejajar dada bagi wanita . Lalu , membungkuk dan kedua tangan memegang lutut dan diletakkan antara punggung dan kepala supaya rata . Posisi punggung yang benar yaitu tidak terlalu membungkuk kebawah dan tidak mendongak keatas , tetapi pas di tengah – tengah .

adversitemens

Lafadz ketika ruku’

ruku dan i'tidal

Lafadz ruku’ seperti yang diatas , menurut kesepakatan para ulama dibaca sebanyak 3 kali  dan sambil tuma’ninah .

2. Tatacara I’tidal

I’tidal yaitu bangkit dari ruku’ secara tegak dan sambil mengangkat kedua tangan setinggi telinga .

Lafadz yang dibaca pada saat i’tidal yaitu :

ruku' dan i'tidal

pada saat i’tidal tidak lupa disertai dengan tuma’ninah .

adversitemens

Tuma’ninah dalam ruku’ dan sujud

Tuma’inah memiliki arti tenang .Kenapa ruku’ dan i’tidal harus disertai dengan tuma’ninah ? dibawah ini ada beberapa alasan yang menjadikan dasar bahwa ketika ruku’ dan i’tidal kita harus tuma’ninah .

  1. Wajib tuma’ninah saat ruku’

Pada saat ruku’ kita diperintahkan untuk tuma’ninah ( tenang ) dan tidak tergesa- gesa . Perhatikan penjelasan yang terkandung dalam sebuah Hadist sohih dibawah ini :

Rasulullah saw bersabda : ” Pencuri yang paling jahat adalah pencuri dalam shalatnya ” .Lalu para sahabat bertanya:”Wahai Rasulullah bagaimana yang dimaksud dengan pencuri dalam shalat tersebut ?”,Rasulullah saw bersabda :”Yaitu orang – orang yang tidak sempurna ruku’ dan sujudnya dalam shalat . ” ( HR.Tabrani dan Hakim )

Dalam sebuah hadist juga dijelaskan :

Dari Abu Hurairah : ” Rasulullah saw melarangku bersujud dengan cepat seperti  ayam yang mematuk makanan , menoleh – noleh seperti musang dan duduk seperti kera.” ( HR.At-Turmudzi dan Ahmad )

2. Wajib tuma’ninah pada saat i’tidal 

Tidak hanya pada saat ruku’ , pada saat i’tidal juga diwajibkan untuk tuma’ninah atau memperpanjang waktu berdiri tegak saat i’tidal .

Hadist Nabi Menjelaskan :

Rasulullah saw bersabda : ” Allah swt tidak akan melihat shalat seorang hamba yang tidak meluruskan tulang belakang atau tulang punggungnya diantara ruku’ dan sujud ” ( HR .Ahmad Dan Tabrani )

Demikian penjelasan mengenai tatacara ruku’ dan i’tidal dalam shalat . Semoga bermanfaat dan kita tidak akan asal – asalan lagi dalam shalat . Dan semoga kita dapat tuma’ninah dalam mengerjakan shalat . Dan semoga kita tergolong orang – orang yang beruntung .

adversitemens