Memahami Tanda Waqaf Dalam Ilmu Tajwid

Tanda Waqaf | Dalam membaca Al- qur’an , ketika berhenti atau mengakhiri sebuah bacaan kita  harus memperhatikan tanda waqaf . Sering kali kita  menemukannya , namun diantara kita masih belum faham tentang perbedaan tanda waqaf yang satu dan yang lainnya baik itu artinya lanjut atau berhenti, serta hukum yang benar dalam mewaqafkan sebuah kalimat . Lalu apa sih tanda waqaf itu ? dan apa saja macam – macamnya ? Mari kita pelajari Bersama .

Pengertian Tanda Waqaf

Waqaf secara bahasa memiliki arti berhenti . Sedangkan secara istilah waqaf yaitu menghentikan bacaan sejenak pada akhir kalimat ataupun pada pertengahan kalimat .

Jenis – jenis waqaf  :

  1. Waqaf Sempurna  ( taam ) , yaitu waqaf pada suatu kalimat yang dibaca secara sempurna tanpa melakukan pemotongan di tengah – tengah bacaan , serta tidak mempengaruhi arti karena tidak berhubungan dengan bacaan sebelumnya ataupun selanjutnya .
  2. Waqaf Memadai  ( kaaf ) , yaitu waqaf pada suatu kalimat yang di baca secara sempurna tanpa melakukan suatu pemotongan kalimat di tengah – tengah , namun masih berhubungan arti dengan kalimat sebelum ataupun sesudahnya .
  3. Waqaf baik ( hasan ) , yaitu Mewaqafkan suatu kalimat yang tidak mempengaruhi arti namun kalimat tersebut masih berhubungan dengan kalimat sesudahnya .
  4. Waqaf Buruk  ( qabiih ) , yaitu Mewaqafkan ditengah kalimat dengan membaca tidak sempurna sehingga mempengaruhi makna yang berkaitan dengan kalimat yang lainnya . Waqaf ini harus dihindari .

tanda waqaf

Macam – Macam Tanda Waqaf

Tanda – tanda waqaf dalam al-qur’an ada 14 , yaitu :

1.Waqaf Lazim

Waqaf lazim dilambangkan dengan huruf mim ( م ) , yang memiliki arti diharuskan untuk berhenti . Biasanya terletak di akhir kalimat , ini termasuk kedalam waqaf yang sempurna .

adversitemens

2. Waqaf Mutlak

Waqaf mutlak dilambangkan dengan huruf  ta ( ط ) , yang memiliki arti diutamakan untuk berhenti pada waqaf tersebut .

3. Waqaf Jaiz

Waqaf jaiz dilambangkan dengan huruf ja ( ج) , yang memiliki arti boleh berhenti atau meneruskan bacaan .

4. Waqaf Waslu Ula

Waqaf waslu ula  dilambangkan dengan huruf sod , lam , ya (صلى) , yang memiliki arti lebih baik untuk dilanjutkan ke bacaan selanjutnay .

5. Waqaf La washal

Waqaf la washal dilambangkan dengan huruf lam ( لا ) , yang memiliki arti dilarang untuk berhenti kecuali pada akhir kalimat atau ayat disunnahkan untuk berhenti .

6. Waqaf Waqfu Ula

Waqaf waqfu ula dilambangkan dengan huruf qaf , lam  (قال) , yang memiliki arti lebih baik untuk berhenti , pada waqaf tersebut .

7. Waqaf Mu’anaqah

Waqaf muna’aqah dilambangkan dengan tanda titik tiga ( ... ...) , yang memiliki arti berhenti pada salah satu dari tanda titik tiga tersebut .

adversitemens

8. Waqaf Mustahab

Waqaf mustahab dilambangkan dengan huruf  (قيف) , yang artinya diutamakan untuk berhenti pada waqaf tersebut .

9. Waqaf Mujawwaz

Waqaf mujawwaz dilambangkan dengan huruf  (قيف) , yang artinya lebih utama untuk meneruskan pada kalimat berikutnya , namun boleh juga untuk berhenti .

10. Waqaf Murakhas

Waqaf murakhas dilambangkan dengan huruf sad ( ص ) , yang artinya diperbolehkan untuk berhenti karena tidak kuat nafasnya dan ayatnya panjang .Namun leebih baik untuk dilanjutkan .

11. Waqaf Qabih

Waqaf qabih dilambangkan dengan huruf ( ق ) , yang artinya bahwa untuk diutamakan dilanjutkan pada ayat yang terdapat waqaf ini .

12. Waqaf Saktah

Waqaf saktah dilambangkan dengan  (ساكته) , yang artinya bahwa apabila terdapat waqaf ini  maka harus berhenti serta diam sejenak tanpa mengambil nafas atau tanpa ada pergantian nafas  pada ayat yang tedapat tanda tersebut , lalu melanjutkan lagi untuk membaca ayat yang seanjutnya .

Waqaf saktah dalam al-qur’an hanya terdapat dalam 4 surah , yaitu :

  • Surah Yasin ayat 52
  • Surah  Al- Mutaffifin ayat 14
  • Surah Al- Kahfi ayat 1
  • Surah Al- Qiyamah ayat 27

Cara Mewaqafkan suatu Bacaan

Setelah kita mengetahui berbagai macam waqaf , tentu kita bertanya bagaimana cara mewaqafkan yang benar . Berikut adalah penjelasan tentang mewaqafkan yang benar .

1.Apabila diakhir kalimat adalah huruf berharakat ”  fathah , kasrah , damah , kasrahtain , damah tain “ . Maka cara mewaqafkannya adalah dirubah menjadi huruf yang bersukun , dan dibaca mati secara jelas .

2. Apabila di akhir kalimat hurufnya ” ta marbutah ”  maka cara bacanya yaitu berubah menjadi ”  ha sukun ” 

3. Apabila di akhir kalimat hurufnya ” berharakat sukun “, maka di baca mati secara jelas sesuai ketentuan huruf tersebut termasuk kedaam hukum bacaan apa , ataukah iklab atau  qal qalah dan sebagainya .

4. Apabila di akhir kalimat di dahului dengan huruf yang “berharakat sukun atau huruf mati “, maka terdapat dua huruf mati , Cara bacanya yaitu membaca huruf yang bersukun tersebut dengan sepenuhnya dan huruf yang terakhir dibaca dengan setengah seruan .

5. Apabila di akhir kalimat “di dahului dengan huruf mad” , maka cara bacanya seperti mad aridl lisukun ( dipanjangkan )

6. Apabila di akhir kalimat terdapat huruf yang “berharakat fathah tanwin atau fathahtain” , maka cara bacanya dirubah menjadi fathah dan dipanjangkan dua harakat seperti mad tabi’i .

Demikian penjelasan mengenai tanda – tanda mad dalam ilmu tajwid . Sesungguhnay manusia adalah tempatnya kekhilafan , semoga dengan kita mempelajari tanda mad secara bersama – sama . Kita dapat membaca al-qu’an lebih baik lagi .

adversitemens