Memahami Bentuk Syarikat Kerja Dalam Islam

Bentuk syarikat kerja dalam islam | Syarikat kerja dalam islam merupakan kerjasama antar dua orang atau lebih untuk melakukan usaha yang hasilnya dibagi menurut sebuah perjanjian . Syarikat kerja dalam islam merupakan salah satu bentuk kerjasama ekonomi yang berasaskan syariat islam . Dalam kesempatan kali ini , kita akan mempelajari bentuk – bentuk syarikat kerja dalam islam .

Bentuk – bentuk syarikat kerja dalam islam , yaitu :

  1. Mudarabah / qirad
  2. Musaqah
  3. Muzra’ah dan mukhabarah

Penjelasan tentang bentuk – bentuk syarikat kerja

  1. Mudarabah atau qirad

Mudarabah , yaitu pemberian modal oleh seseorang kepada orang lain untuk diperdagangkan atau digunakan untuk usaha, sedangkan keuntungan dan kerugian dibagi bersama sesuai dengan perjanjian ketika akad .

Pengertian lain tentang Mudarabah yaitu pemberian modal oleh pihak pertama dan pihak kedua yang mengoperasikan atau menjadi pengelola, serta hasilnya dibagi sesuai dengan perjanjian . Apabila ada suatu kerugian , maka yang menanggung adalah pihak pemberi modal kecuali kerugian yang terjadi karena kesalahan pihak pengelola maka pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut .

Rukun mudarabah :

adversitemens
  • Modal

Modal harus berupa uang tunai yang diketahui jumlahnya .

  • Pekerjaan

Yang dimaksud dengan pekerjaan yaitu meliputi tempat , waktu , dan jenis barang dagangan tidak dibatasi .

  • Keuntungan

Pembagian keuntungan harus ditentukan dengan perjanjian dan kesepakatan .

  • Pemilik dan penerima modal

Syarat pemilik dan penerima modal :

a. Baligh

b. Berakal

adversitemens

c. Merdeka

Bagi penerima modal , ada dua syarat lain yaitu :

a. Tidak boleh menggunakan harta mudarabah untuk kepentingan pribadi

b. Tidak boleh menjalankan modal untuk usaha yang memiliki resiko sangat tinggi tanpa izin dari pemilik modal

Dalam kerjasama mudarabah terdapat unsur tolong menolong serta memiliki banyak manfaat . Antara lai :

a. Bagi pemilik modal .

Banyak orang yang memiliki banyak modal dan tidak dapat menggunakan modal tersebut untuk dijalankan , maka dengan adanya bentuk kerjasama  mudarabah , pemilik modal akan mendapatkan sebuah keuntungan dari modalnya tanpa melakukan apapun.

b. Bagi penerima modal

Banyak orang yang memiliki banyak keahlian , keterampilan dan kecakapan dalam usaha , namun terhalang oleh modal . Dengan adanya bentuk kerjasama mudarabah , orang tersebut dapat menjalankan sebuah usaha tanpa bingung memikirkan modal .

Dengan demikian sistim mudarabah saling menguntungkan , dan merupakan bentuk pemerataan penghasilan .Dan mendapatkan berkah dari Allah swt .

Perhatikan Hadist dibawah ini :

Rasulullah saw bersabda :” Tiga perkara yang diberkahi Allah swt yaitu jual beli sampai batas waktu , qirad , dan mencampur sya’ir dengan gandum untuk keperluan rumah bukan untuk dijual.” ( HR. Ibnu Majah dari Suhaib :2280 )

syarikat kerja dalam islam

2. Musaqah

Musaqah adalah bentuk kerjasama antara pemilik kebun dan penggarap kebun dengan perjanjian bagi hasil (production sharing ) . Jumlah pembagian ditentukan sesuai dengan kesepakatan pada waktu berlangsung akad .

Rukun musaqah :

a. Masa perjanjian

Masa perjanjian ditentukan menurut waktu kegiatan panen .

b. Hasil

Pembagian hasil harus ditentukan pada saat terjadinya akad .

c. Pihak yang berakad

Dua pihak yang berakad harus memenuhi beberapa syarat . syarat – syarat tersebut :

  • Baligh ( dewasa )
  • Aqil ( berakal )
  • Merdeka ( bukan hamba sahaya )

Musaqah memiliki manfaat tolong – menolong yang saling menguntungkan .

  • Bagi pemilik kebun

Banyak orang yang memiliki banyak tanah / lahan lkebun uas , akan tetapi tidak mampu untuk mengurus. Dengan sistim musaqah , pemilik tanah akan mendapatkan keuntungan dari lahannya tanpa untuk mengurusnya .

  • Bagi penggarap kebun

Banyak orang yang mampu untuk mengurus tetapi tidak memiliki lahan . Dengan sistim musaqah , penggarap tanah akan mendapatkan manfaat tanpa bingung memikirkan lahan .

Dengan demikian , sistim musaqah adalah sebuah sistim kerja sama islam yang sangat menguntungkan . Serta dapat memeratakan pendapatan dan mengentaskan kemiskinan .

Perhatikan hadist dibawah ini :

” Sesungguhnya Nabi Muhammad saw telah menyerahkan kebunnya kepada penduduk khaibar untuk dipelihara dengan perjanjian mereka akan diberi sebagian dari penghasilannya , baik dari buah – buahan atau dari hasil palawija.” ( HR. Muslim dari Ibnu Umar :2896)

3. Muzara’ah dan Mukhabarah

Muzara’ah yaitu bentuk kerjasama antara pemilik tanah ( sawah atau ladang ) dan penggarap dengan cara bagi hasil menurut kesepakatan , sedangkan benih berasal dari penggarap tanah .

Mukhabarah yaitu kerjasama antara pemilik tanah dan penggarap dengan cara bagi hasil menurut kesepakatan , dan benihnya berasal dari pemilik tanah .

Syarat – syarat muzara’ah dan mukhabarah 

a. Pemilik dan penggarap harus baligh dan berakal sehat.

b. Benih yang akan ditanam harus jelas serta menghsilkan .

c. Lahan yang akan di garap harus jelas batasnya serta menghasilkan dan diserahkan sepenuhnya kepada penggarap.

d. Pembagian hasil harus jelas antara pemilik tanah dan penggarap . Misalnya setengah , seper tiga atau seperempat.

e. Jangka waktunya harus jelas sesuai dengan kebiasaan masa panen .

Kerjasama dalam bentuk muzara’ah dan mukhabarah , hukumnya mubah atau diperbolehkan karena tujuannya tolong menolong dan tidak ada yang dirugikan .

Rasulullah saw bersabda : ” Barang siapa yang memiliki tanah , hendaklah ia menanaminya atau memberikannya (untuk digarap ) kepada saudaranya dan jika ia tidak mau hendaklah tanah saja tanah itu . ” ( HR.Bukhari )

Demikian penjelasan mengenai bentuk syarikat kerja dalam islam . Sesungguhnya bekerja sama itu baik , dan dianjurkan selama tidak merugikan pihak lain . Karena sesungguhnya kerjasama itu bertujuan untuk saling tolong menolong . Dan orang yang suka menolong orang lain akan mendapat berkah dari Allah swt . Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang – orang yang selalu dalam lindungan serta keberkahan dari  Allah swt . Amin

adversitemens