Syarat Dan Rukun Nikah Dalam Syariat Islam

Syarat Dan Rukun Nikah

 

Syarat Dan Rukun Nikah | Syarat dan rukun nikah merupakan ketentuan yang tidak dapat terlepaskan dari sebuah pernikahan . Apabila syarat dan rukun nikah tidak terpenuhi maka nikahnya tidak syah . Apabila dalam sebuah pernikahan namun pernikahan tersebut tidak memenuhi syarat dan rukun yang menjadikannya pernikahan yang dilakukan tidak syah , maka banyak hal yang dapat ditimbulkan . Sebagai contoh yang seharusnya berhubungan badan antar suami dan istri itu hukumnya halal , namun karena nikahnya tidak syah maka bisa terjadi hubungan yang dilakukannya itu menjadi sebuah perzinahan seumur hidupnya .

Hukum Nikah dalam agama Islam

Sebelum kita mempelajari tentang syarat dan rukun nikah. Maka kita harus mengetahui hukum nikah terlebih dahulu.

Hukum nikah dalam agama islam itu terbagi menjadi 5 macam , yaitu :

adversitemens
  1. Wajib

Hukum nikah menjadi wajib apabila seseorang sudah memiliki finansial yang cukup dan memiliki gairah seksual yang tinggi , sehingga takut akan terjerumus ke dalam lubang perzinahan . Yang dimaksud finansial yang cukup yaitu sudah memiliki mahar untuk calon istrinya , memiliki cukup biaya untuk pernikahannya , memiliki pekerjaan yang tetap sehingga mampu menafkahi istrinya.

2. Sunnah

Hukum nikah menjadi sunnah , yaitu apabila seseorang sudah memiliki niatan untuk menikah serta memiliki finansial atau biaya yang cukup .

3. Makruh

Hukum nikah menjadi makruh ,apabila seseorang belum memiliki niatan untuk menikah dan belum memiliki biaya yang cukup untuk menikah.

4. Mubah ( diperbolehkan )

Hukum nikah menjadi mubah apabila seseorang hanya memenuhi salah satu syarat yang telah dijelaskan di atas . seperti hanya memiliki keinginan menikah namun belum memiliki biaya yang cukup atau memiliki biaya yang cukup namun belum memiliki keinginan untuk melaksanakan pernikahan , maka hukum bagi orang yang seperti ini adalah mubah . Yang artinya boleh untuk ditinggalkan ataupun boleh untuk dijalankan pernikahan tersebut .

5. Haram

Nikah menjadi haram hukumnya apabila seseorang belum dapat memberikan hak – hak istri , seperti nafkah lahir ataupun batin . Pernikahan hukumnya menjadi  haram juga apabila menikah dengan seseorang yang tidak boleh untuk dinikahi atau dengan mahramnya . Atau karena menikahi wanita yang sedang dalam masa ‘idah , tidak memenuhi syarat dan rukun nikah , atau menikah untuk di talak ( pernikahan kontrak ), dan hukum nikah menjadi haram apabila seseorang menikahi non muslim ( salah satu murtad )

Rukun Nikah

Rukun – rukun nikah yaitu terdiri atas :

adversitemens
  1. Calon suami ( Mempelai  laki – laki  )
  2. Calon istri ( Mempelai wanita )
  3. Wali
  4. Dua orang saksi
  5. Ijab qabul ( akad nikah )

Syarat Syah Nikah

A. Syarat Bagi Mempelai Laki – laki :

  1. Beragama islam
  2. Laki – laki normal atau tulen
  3. Tidak dalam tekanan / paksaan
  4. Tidak memiliki empat atau lebih istri
  5. Tidak dalam mahram istri
  6. Mengetahui bahwa calon istrinya adalah syah untuk dinikahi atau bukan mahramnya
  7. Tidak dalam ibadah ihram haji / umrah

B. Syarat Bagi Mempelai Wanita :

  1. Beragama islam
  2. Wanita normal atau asli
  3. Bukan mahram dari calon suami
  4. Mengizinkan walinya untuk menikahkannya dengan calon suaminya
  5. Tidak dalam masa iddah
  6. Bukan istri orang
  7. Tidak dalam ibadah ihram haji dan umrah
  8. BelumPernah li’an

C. Syarat Bagi Wali :

  1. Laki – laki yang beragama islam
  2. Tidak fasik
  3. Memiliki hak untuk menjadi wali
  4. Tidak ada halangan atas perwaliannya
  5. Merdeka
  6. Tidak dipaksa atau dengan kemauan sendiri
  7. Tidak dalam keadaan ihram haji/ umrah

D. Syarat – syarat bagi saksi :

  1. Laki – laki
  2. Baligh ( dewasa )
  3. Jumlahnya sekurang- kurangnya adalah 2
  4. Hadir langsung dalam acara akad nikah
  5. Memahami tentang akad nikah
  6. Dapat mendengar , melihat dan dapat berucap ( tidak buta , tuli dan bisu )
  7. Adil

Syarat Yang Membebaskan dari  Halangan Perkawinan Bagi calon suami ataupun istri :

  1. Tidak adanya  hubungan darah yang terdekat .
  2. Tidak adanya hubungan satu susuan .
  3. Tidak adanya  hubungan persemendaan (mushaharah)
  4. Tidak Li’an
  5. Sicalo suami mempunyai istri kurang dari 4 orang dan mendapatkan izin dari  istri – istrinya
  6. Tidak dalam ibadah  ihram haji ataupun umrah
  7. Tidak berbeda agama
  8. Tidak dalam talak ba’in kubra
  9. Tidak permaduan
  10. Calon istri tidak dalam keadaan masa iddah
  11. Calon istri tidak menpunyai seorang  suami

Syrat – syarat dalam akad nikah ( ijab qabul ):

  1. Adanya ijab ( Penyerahan dari wali )
  2. Adanya qabul ( kalimat penerimaan dari suami )
  3. Ijab memakai kata nikah atau kata lain yang memiliki arti sama
  4. Ijab dan qabulnya jelas
  5. Berada dalam satu majlis / tempat
  6. Tidak dalam ihram haji / umrah

Larangan – larangan Dalam Pernikahan :

  1. Ada hubungan darah atau mahram antar calon mempelai .
  2. Menikah dengan lain agama ( salah satu murtad )
  3. Rukun nikah tidak terpenuhi

Karena kita berada di negara indonesia , maka ada syarat – syarat yang lain selain dari syarat – syarat dalam agama islam . Syarat – syarat tersebut di atur dalam UU , berikut adalah syarat nikah yang terkandung dalam UU ;

  • Bagi calon istri yang masih di bawah usia 21 tahun , maka harus membuat suarat pernyataan izin untuk menikah dari wali nya .
  • Usia minimum boleh menikah yaitu bagi laki – laki 19 tahun , dan perempuan 16 tahun

Demikian penjelasan mengenai Syarat dan Rukun Nikah dalam agama islam serta ketentuan – ketentuan lain yang juga harus difahami bagi para calon pengantin . Jadi jangan asal nikah saja , tetapi tidak mengetahui rukun serta syarat – syarat nikah . Coba siapa yang rugi apabila nikah kita tidak syah ? memangnya orang lain ? atau malah agama atau negara? kan pasti kita sendiri yang menanggungnya baik di dunia ataupun di akhirat . Semoga dengan penjelasan yang singkat ini , akan tetap mudah untuk difahami . Semoga bermanfaat . Amin

adversitemens