Mengetahui sunnat – sunnat shalat dalam ilmu fiqh

Sunnat – sunnat shalat  | Dalam menunaikan ibadah (shalat) ada ketentuan salahsatunya yaitu sunnat shalat . Sunnat shalat terdiri dari dua yaitu gerakan dan bacaan . Gerakan dan bacaan dalam shalat telah dicontohkan oleh Rasulullah saw , maka kita tidak boleh menambah atau menguranginya . Agar dalam mengerjakan shalat lebih bersemangat dan lebih khusu maka kita harus membiasakan diri untuk melaksanakan semua ketentuan dalam shalat yaitu meliputi syarat wajib , syarat syah , rukun , sunnat – sunnat dan hal yang membatalkan shalat .

sunnat shalat

Pengertian sunnat shalat

Sunnat – sunnat shalat yaitu gerakan dan bacaan shalat yang apabila dikerjakan akan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak membatalkan shalat .

Sunnat – sunnat shalat terdiri dari :

  • Sunnat Fi’liyyah yaitu sunnat – sunnat berupa gerakan
  • Sunnat Qauliyyah yaitu sunnat sunnat berupa bacaan

Sunnat sunnat dalam shalat terbagi menjadi dua yaitu :

adversitemens
  1. Sunnat Ab’ad
  2. Sunnat Hai’at

Penjelasan tentang sunnat Ab’ad dan sunnat Hai’at

  1. Sunnat Ab’ad

Sunnat Ab’ad yaitu sunnat yang sangat dianjurkan ,dan apabila tidak di kerjakan karena lupa harus diganti dengan sujud sahwi .

Yang termasuk kedalam sunnat Ab’ad yaitu :

a. Duduk tasyahud Awal

b. Membaca Tasyahud awal

c. Membaca shalawat pada tasyahud awal

Do’a ketika sujud sahwi :

adversitemens

sunnat shalat

 

2. Sunnat Hai’at

Sunnat hai’at yaitu perbuatan sunnat baik gerakan ataupun bacaan yang apabila ditinggalkan tidak perlu melakukan sujud syahwi .

  • Gerakan yang termasuk sunnat Hai’at :

a. Mengangkat kedua tangan sampai ke telinga .

b. Meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri ( bersedekap ) .

c. Pandanga ketempat sujud .

d. Meletakkan telapak tangan pada lutut ketika rukuk .

e. 7 anggota sujud ditempelkan pada tempat sujud .

f. Duduk sebentar sesudah sujud kedua pada rakaat pertama dan ketiga , kemudian berdiri sambil tangan bertelekan ke lantai .

g. Ketika duduk iftirasy dan duduk tawaruk telapak kaki kanan di tegakkan sehingga menghadap kiblat .

h. Menoleh ke sebelah kiri ketika salam kedua .

  • Bacaan yang termasuk ke dalam sunnat hai’at :

a. Membaca do’a iftitah .

b. Membaca ta’awudz untuk mengawali melafazkan surah Al- Fatikhah dan membaca amin pada saat selesai melafadzkan Surah Al-Fatikhah .

c. Membaca surah dalam al qur’an setelah membaca Al- Fatikhah pada raka’at pertama dan raka’at ke dua .

d. Mengeraskan bacaan pada raka’at pertama dan kedua pada saat shalat magrib , isya dan subuh .

e. Membaca ketika akan rukuk .

f. Membaca tasbih ketika rukuk dan sujud .

g. Membaca “Sami’allahuliman khamidah ” pada saat bangkit dari rukuk .

h. Membaca “Rabbana lakal hamdu’ ketika i’tidal .

i. Membaca doa pada saat duduk diantara dua sujud ( duduk iftirasy )

Pada dasarnya manusia tempatnya salah dan lupa . Akan tetapi sebagai manusia kita menginginkan semua ibadah kita syah dan di teriam oleh Allah swt . Jadi , dalam pelaksanaannya tidak hanya yang wajib – wajib saja akan tetapi yang sunnat juga harus di laksanakan .

Demikian penjelasan mengenai sunnat – sunnat shalat . Semoga dengan penjelasan yang singkat ini , kita semua faham dan lebih kusyu lagi ketika shalat jadi tidak akan lagi lupa mengerjakan semua ketentuan dalam shalat baik rukun, syarat sah , syarat wajib , sunnat shalat dan hal – hal yang membatalkan shalat . Dan semoga ibadah kita yang sudah dikerjakan selama ini , semua di terima dan kesalahan serta kehilafan dalam shalat dapat diampuni oleh Allah swt .

 

 

adversitemens