Memahami Shalat Jama’ Beserta Tata Caranya

Memahami shalat jama’ | Shalat jama’ memiliki arti shalat yang di gabung dalam satu waktu . Shalat jama’ merupakan shalat yang hukumnya diperbolehkan bagi seseorang dengan syarat – syarat tertentu . Lalu bagaimana tata cara shalat jama’ ? apakah sama dengan shalat pada umumnya ? Mari kita pelajari bersama .

shalat jama'

 

Pengertian shalat jama’

Shalat jama’ adalah mengumpulkan atau menggabungkan dua shalat fardu yang dikerjakan dalam satu waktu , pada waktu yang awal atau yang akhir . Contohnya : Shalat dzuhur dan ashar dikerjakan di waktu dzuhur atau ashar .

Hukum shalat jama’

Hukum mengerjakan shalat jama’ adalah mubah ( diperbolehkan ) bagi seseorang yang memenuhi syarat tertentu . Hasdist Yang menjelaskan adalah :

adversitemens

” Dari Anas r.a ia berkata : Rasulullah saw apabila beliau bepergian sebelum matahari tergelincir maka ia mengakhiri shalat dzuhur sampai waktu ashar , kemudian beliau berhenti lalu menjama’ antara dua shalat tersebut , tetapi apabila matahari telah tergelincir sebelum beliau pergi maka beliau shalat shalat dzuhur kemudian naik kendaraan .” ( HR. Ahmad , Bukhari , dan Nasai )

Shalat yang boleh di jama’

Shalat yang boleh dijama’ yaitu :

  • Shalat dzuhur dijama’ dengan shalat ashar
  • Shalat magrib dijama’ dengan shalat isya

Sedangkan shalat subuh tetap dilaksanakan pada waktunya dan secara mandiri ( tidak boleh dijama’ )

Syarat syah shalat Jama’

Shalat jama’ seseorang akan syah apabila memenuhi persyaratan maupun sebab – sebab ,diantaranya adalah :

  1. Orang yang mengadakan perjalanan jauh kurang lebih 80,6 km .
  2. Perjalanan yang dilakukan bukan untuk bermaksiat , tetapi dilakukan untuk silaturahmi , berdagang atau yang lainnya .
  3. Dalam keadaan ketakutan dan rasa khawatir yang sangat , misalnya perang , hujan lebat , angin topan da bencana alam lainnya .

Hadist tentang syarat shalat jama ‘ adalah :

“Dari Mu’az r.a , ia berkata : Kami keluar bersama Rasulullah saw dalam peperangan tabuk , maka beliau shalat dzuhur dengan ashar dijama’ dan magrib dengan isya dijama’ .” ( HR.Muslim )

adversitemens

Macam – Macam Shalat Jama’

Shalat jama’ dibedakan  dalam 2 macam , yaitu :

  1. Jama’ Takdim

Jama’ takdim yaitu menjama’ shalat yang dilakukan  pada waktu yang pertama . Seperti shalat dzuhur 4 raka’at dengan shalat ashar 4 raka’at dikerjakan pada waktu shalat dzuhur . Dan shalat magrib 3 raka’at dengan shalat isya 4 raka’at dikerjakan pada waktu shalat magrib .

2. Jama’ Takhir

Jama’ takhir yaitu menjama’ shalat yang dilakukan pada waktu shalat yang terakhir atau yag ke dua.

Seperti shalat Dzuhur 4 raka’at dengan shalat ashar 4 raka’at dilaksanakan pada waktu shalat ashar . Dan shalat magrib 3 raka’at dengan shalat isya 4 raka’at dilaksanakan pada waktu shalat isya .

Tata cara shalat jama’ takdim dan shalat jama’ takhir

  1. Tata cara Shalat jama’ takdim

a. Berdiri berniat menjama’ shalat yang pertama

Bacaan niatnya :

shalat jama'

jama' takdim magrib

b. Takbiratul ikhram .

c. Shalat dzuhur 4 raka’at atau shalat magrib 3 raka’at seperti biasa .

d. Salam

e. Berdiri dan niat shalat yang ke dua

Lafadz niat shalat ashar jama’ takdim dengan dzuhur ( dikerjakan semua pada waktu dzuhur )

shalat jama'

niat shalat jama'

f. Takbiratul ikhram

g. Shalat ashar 4 raka’at atau shalat isya 4 raka’at seperti biasa.

h. Salam

2. Tata cara shalat jama’ takhir

a. Berdiri dan niat menjama’ shalat yang pertama  ( misalnya antara shalat magrib dan shalat isya yang dikerjakan pada waktu shalat isya .

shalat jama'

b. Takbiratul ikhram

c. Shalat magrib 3 raka’at seperti biasa

d. Salam

e. Berdiri dan niat shalat yang ke dua

shalat jama'

f. Takbiratul ikhram

g. Shalat isya 4 raka’at seperti biasa .

h. Salam

Hal yang perlu diperhatikan

Pada saat setelah salam pertama baik pada shalat jama’ takdim atau ta’khir maka harus langsung berdiri tidak boleh berhenti / di selingi kegiatan lain seperti dzikir , berdo’a berbicara dan lain sebagainya .

Demikian penjelasan mengenai bagaimana kita memahami shalat jama’ beserta tata caranya . Jadi tidak ada alasan lagi untuk meninggalkan shalat walaupun akan menempuh perjalanan jauh . Akan tetapi perlu diingat tidak boleh menyalah gunakan shalat jama’ . Dalam pelaksanaannya kita harus memperhatikan ketentuan dan syarat – syarat yang berlaku.

adversitemens