Ketentuan Pinjam Meminjam Dalam Syariah Islam

ketentuan pinjam meminjam | Pinjam meminjam merupakan suatu bentuk transaksi ekonomi yang sangat melekat pada kehidupan kita sehari – hari . Karena pada dasarnya kita merupakan mahluk sosial , yang saling membutuhkan satu sama lain .

pinjam meminjam

Pengertian Pinjam meminjam

Secara bahasa pinjam meminjam berasal dari kata ‘ariyah yang artinya pinjam . Sedangkan secara istilah adalah perjanjian disertai pemberian manfaat suatu barang halal kepada orang lain tanpa mengurangi manfaat dari barang tersebut dan tidak mengharapkan imbalan serta dikembalikan kembali setelah diambil manfaatnya tanpa mengurangi nilai dari barang tersebut . Maka dari itu , barang yang dapat memberikan manfaat tanpa menguragi nilai barang tersebut dan tidak akan rusak apabila dipinjamkan itu merupakan barang yang boleh untuk objek pinjam meminjam.

Hukum pinjam meminjam

Pinjam meminjam pada dasarnya bertujuan untuk menolong sesama . Hukum pinjam meminjam adalah sunnah  , namun dapat menjadi berubah wajib bahkan menjadi haram .

Hukumnya sunnah pinjam meminjam apabila ,pinjam / meminjam dengan tujuan hanya untuk membantu sesama . Contohnya adalah pinjam / meminjamkan wajan untuk memasak .

adversitemens

Hukumnya wajib pinjam  apabila , pinjam untuk kebutuhan yang sangat mendesak , contohnya: meminjam mukena untuk shalat .

Hukumnya Wajib meminjamkan apabila , meminjamkan sesuatu kepada orang yang sedang membutuhkan dalam keadaan darurat . Contohnya: Meminjamkan mukena kepada orang yang akan mengerjakan shalat dan waktu shalat sudah mepet .

Hukum pinjam / meminjam menjadi Haram , apabila  pinjam atau meminjamkan sesuatu dengan tujuan kemudorotan atau merugikan orang lain . Contohnya : Meminjam atau meminjamkan pisau untuk membunuh orang .

Manfaat bagi yang meminjamkan

Orang yang meminjamkan sesuatu kepada orang lain , maka akan mendapatkan pahala dari Allah swt . Karena telah menolong sesama umat manusia dan telah menjalankan perintah Allah swt

Firman Allah swt dalam QS. Al-Maidah ayat 2 :

pinjam meminjam

adversitemens

Rasulullah saw bersabda :

pinjam meminjam

Manfaat bagi orany yang meminjam , yaitu kebutuhannya menjadi terpenuhi .

Kewajiban mengembaikan barang bagi peminjam 

Orang yang meminjam barang , setelah selesai dalam memanfaatkannya wajib untuk mengembalikan dalam keadaan seperti semula , tidak rusak dan tidak berkurang manfaatnya .

Hadist Nabi Muhammad saw menjelaskan :

pinjam meminjam

Hadist nabi Muhammad saw yang lain , menjelaskan :

pinjam meminjam

Ketentuan – ketentuan Pinjam meminjam

Ketentuan dalam pinjam meminjam yang harus diperhatikan antara lain, tatacara , rukun , serta syarat barang , syarat peminjam dan yang meminjamkan .

Tatacara pinjam meminjam dalam syariah islam

Dalam pinjam meminjam sesuatu , ada beberapa hal atau tatacara yang harus diperhatikan antara lain :

  1. Adanya ijab qabul antar yang meminjam dan yang meminjami .
  2. Barang yang dipinjamkan adalah milik sendiri .
  3. Barang yang dipinjamkan adalah barang halal dan tidak akan rusak apabila dimanfaatkan .
  4. Meminjamkan dengan hati yang riang dan gembira .
  5. Meminjamkan sesuatu dengan ikhlas .
  6. Orang yang meminjamkan harus sabar menunggu , kapan peminjam tersebut akan mengembalikan
  7. Mempercepat mengembalikan apabila sudah selesai kebutuhannya .

Rukun dan Syarat pinjam meminjam

Rukun dan syarat pinjam meminjam menurut syariat islam adalah :

  1. Peminjam dan yang meminjami harus sudah dewasa ( baligh ) .
  2. Peminjam dan yang meminjami berakal sehat ( aqil ).
  3. Peminjam tidak boleh menunda pembayaran .
  4. Barang yang dipinjamkan adalah milik sendiri orang yang meminjami .
  5. Pengembalian pinjaman tidak boleh kurang dari nilainya . Apabila peminjam mengembalikan lebih , diperbolehkan dengan catatan itu bukan merupakan perjanjian dalam pinjam meminjam .

Syarat barang yang dipinjamkan

Barang yang akan dipinjamkan harus memenuhi syarat sebagai berikut :

a. Barang tersebut halal atau miik sendiri .

b. Barang yang dipinjamkan memiliki manfaat .

c. Barang yang dipinjamkan bukan barang rusak .

Syarat bagi peminjam dan yang meminjamkan

Syarat peminjam

a. Sudah dewasa , jadi apabila masih kecil maka tidak syah pinjam meminjamnya .

b. Sehat akalnya .

c. Berhak untuk menerima pinjaman dan memanfaatkan dari barang yang dipinjamkan .

d. Hanya memanfaatkan barang tersebut tanpa mengurangi nilai apalagi merusaknya .

e. Tidak berhak untuk memaksa .

f. Bertanggung jawab ketika barang yang dipinjam rusak .

Syarat orang yang meminjamkan 

a. Dewasa .

b. Sehat akalnya .

c. Tidak dipaksa dalam meminjamkan suatu barang atau dengan kata lain meminjamkan dengan suka rela .

d. Meminjamkan barang yang halal .

e. Tidak dihalang – halangi dalam meminjamkan suatu barang kepada peminjam .

f. Tidak memberikan suatu persyaratan dalam meminjamkan barang .

Demikian , penjelasan mengenai ketentuan – ketentuan pinjam meminjam dalam syariah islam .Ketika kita meminjam sesuatu hendaknya , mempercepat waktu pengembalian setelah kita selesai memanfaatkan barang tersebut . Namun sesungguhnya tangan di atas lebih baik daripada tangan dibawah . Semoga bermanfaat.Amin

adversitemens