Mengetahui Perbedaan Laba Dan Riba Dalam Ekonomi Islam

Laba dan riba merupakan sebuah masalah yang sangat sensitif , karena berhubungan dengan kehidupan kita di dunia ataupun kelak diakhirat. Untuk itu sangat perlu di fahami mengenai perbedaan laba dan riba , supaya tidak ada salah fokus dalam mengartikan keduanya . Apalagi dalam kehidupan kita yang semakin modern ini , makin banyak cara orang melakukan transaksi ekonomi . Dan tidak sedikit yang menyamakan arti antara laba dan riba . Dan apakah persamaan yang dianggap selama ini itu benar adanya ?

Untuk lebih jelasnya , mari kita pelajari bersama mengenai perbedaan laba dan riba dalam ekonomi islam berikut ini.

Perbedaan Laba Dan Riba

Laba dan riba merupakan dua hal yang berbeda namun dalam kehidupan sehari – hari laba dan riba dijadikan satu arti oleh sebagian orang . Hal ini dilakukan karena ada banyak faktor yang mempengaruhinya , salah satunya yaitu tidak memahami makna yag sebenarnya antara apa itu laba dan apa itu riba .

A. Pengertian Laba Dan Riba 

Sebelum kita memahami lebih mendalam mengenai perbedaan laba dan riba , maka mari kita memahami terlebih dahulu mengenai pengertian jual beli dan tujuan jual beli sebagai berikut ini :

adversitemens
  1. Pengertian Jual Beli

Sebelum kita memahami apa itu laba dan apa itu riba , alangkah baiknya kita harus tahu terlebih dahulu mengenai arti kata jual beli yang sesungguhnya .

  • Dalam ilmu ekonomi islam , Pengertian jual beli secara Etimologi , bersal dari kata al bay’u dan syira yang berarti mengambil sesuatu dan memberi sesuatu . Sedangkan secara Terminologi , ada banyak pendapat namun para Fuqoha mengambil keputusan dan menyimpulkan bahwa Jual beli memiliki arti menukar sesuatu benda dengan harta benda lain yang seimbanga serta boleh dikendalikan dengan ijab qobul dengan cara yang dikhalalkan oleh syara’ .
  • Sedangkan pengertian jual beli dalam ilmu ekonomi , memiliki arti suatu peristiwa dimana ada pertukaran komoditas dengan nilai kompensasi tertentu .
  • Pengertian Jual Beli dalam Al- Qur’an

Dalam kitab suci Al- Qur’an , pengertian jual beli tidak hanya mencakup aktivitas bisnis pertukaran barang ataupun produk tertentu . Namun, jual beli juga memiliki arti keyakinan , keta’atan , berinfaq serta jihad Fi sabilillah .Hal ini berdasar pada Firman Allah swt sebagai berikut :

Qs. Ash – Shaff ayat 10- 13 :

Perbedaan Laba Dan Riba

Qs. Al- Baqarah ayat 254 :

Perbedaan Laba Dan Riba

adversitemens

Qs. At-Tauah ayat 111

Perbedaan Laba Dan Riba

perbedaan-laba-dan-riba

2. Tujuan Jual Beli 

Tujuan jual beli secara sederhana yaitu untuk memeperoleh keuntungan atau laba . Dalam ilmu ekonomi murni menyatakan bahwa sebuah industri dalam menjalankan produksinya bertujuan memaksimalkan keuntungan atau laba dengan cara dan sumber- sumber yang halal.

Dalam konsep jual beli dan perolehan laba dalam islam , menuntut para manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya harus diperoleh dengan jalan yang baik , cara serta zat atau sumber nya juga harus baik atau dapat disimpulkan harus halalntoyyiba.

3. Pengertian Laba dan Riba

a. Laba 

  • Pengertian laba secara ekonomi murni , didefinisikan sebagai suatu peningkatan kekayaan seseorang, sebagai hasil penambahan modalnya  setelah dikurangi biaya – biaya yang berhubungan dengan penambahan modal tersebut .
  • Sedangkan menurut para Ulama fiqh , mengartikan laba sebagai suatu penambahan modal pokok perdagangan atau dapat diartikan juga sebagai tambahan nilai yang timbul karena adanya suatau kegiatan barter atau perdagangan ,

b. Riba

  • Pengertian Riba , secara bahasa memiliki arti bertambah , tumbuh , dan tinggi .
  • Pengertian Riba ,secara istilah dapat diartikan sebagai penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat mengembalikan dengan presentase tertentu dari jumlah yang dipinjam yang dibebankan pada peminjam .
  • Pengertian Riba menurut para ulama , disimpulkan sebagai suatu penambahan pada dua perkara yang diharamkan syariat , adanya penambahan pada keduanya dengan bayaran atau ganti , dan adanya tempo dalam menerima sesuatu yang disyariatkan serahterima di tempat atau disebut denga qabdh.

B. Hukum Laba Dan Riba 

  • Mengambil keuntungan atau laba dari suatu usaha prduksi atau perdagangan itu boleh , karena keuntungan termasuk dari salah satu cara Allah swt memberi risky kepada umatNya . Namun dengan catatan harus sesuai syariat dan tidak mengambil keuntungan secara berlebih atau dengan menipu ataupun dengan merugikan orang lain.
  • Sedangkan Riba hukumnya haram . Allah swt telah menjelaskan di dalam Al- qur’an mengenai larangan riba dan bahaya riba . Di dalam sebuah hadist juga dijelaskan bahwa Allah swt akan melaknat orang yang memakan riba , orang yang memberi makan dengan riba  , saksi dan penulisnya . Na’udzubillah. . .

C. Perbedaan Laba Dan Riba

Ulasan diatas telah menjelaskan sekilas mengenai apa itu laba dan apa itu riba . Dan dijelaskan juga bagaimana hukum laba dan riba .Dengan demikian , dapat kita simpulkan bahwa perbedaan laba dan riba adalah :

1. Laba merupakan suatu kegiatan penambahan modal dimana seseorang mendapatkan keuntungan dengan adanya kegiatan barter atau dagang. Sedangkan Riba merupakan penambahan suatu presentase bunga yang dibebankan kepada pihak kedua tanpa adanya barter atau dagang .

2. Hukum mengambil keuntungan atau laba dihalalkan , sedangkan riba diharamkan .

3. Bahaya riba tidak hanya dirasakan yang memakan riba , namun semua yang berhubungan dengan kegiatan riba tersebut akan mendapat laknat dari Allah swt . Na’udzubillah. . .

Dengan penjelasan diatas, sudah sangat jelas bukan perbedaan dari laba dan riba ? Dan sudah sangat jelas islam melarang perbuatan riba dan menghalalkan untuk berdagang atau mendapat kan keuntungan .

Semoga kita semua terhindar dari segala hal yang dapat menjerumus kearah riba . Dan semoga kehidupan kita penuh dengan berkah . Amin

adversitemens