Pengertian Dan Hukum Istihadhah Dalam Syariat Islam

Pengertian Dan Hukum Istihadhah | Pengertian dan hukum istihadhah dijelaskan dalam Al-qur’an dan Hadist. Apakah perbedaan dari darah haid , dan istihadhah ? Dan bagaimana hukumnya dalam pandangan islam ?Mari kita pelajari bersama .

Pengertian Dan Hukum Istihadhah

Pengertian Istihadhah

Darah istihadhah merupakan darah yang keluar dari vagina seorang perempuan  diluar darah haid dan bukan karena melahirkan ( nifas ) .  Darah istihadhah disebut juga dengan darah penyakit . Pada umumnya , wanita mengalami haid selama 6 sampai dengan 8 hari atau paling maksimal 15 hari , dan apabila lebih dari 15 hari darah tersebut dinamakan darah istihadhah . Dan dalam keadaan istihadhah tidak berlaku baginya seperti wanita dalam keadaan haid ataupun nifas , yaitu dia tetap wajib untuk shalat , puasa , tidak ada larangan baginya untuk berjima’ , memegang al-qur’an , membaca al-qur’an dengan menyentuhnya dan boleh untuk diceraikan .

Ciri – ciri darah istihadhah 

Darah istihadhah memiliki ciri – ciri , warnanya merah , berbau seperti darah biasa , berasal dari urat yang putus atau pecah dan keluarnya bukan pada waktu haid dan bukan pada waktu nifas .

adversitemens

Darah istihadhah dan darah haid memiliki beberapa perbedaan , diantaranya :

a. Perbedaan warna

  • Darah haid berwarna hitam
  • Darah istihadhah berwarna merah segar

b. Kelunakan atau kerasnya

  • Darah haid keras
  • Darah istihadhah lunak

c. sifat kekentalannya

  • Darah haid bersifat kental
  • Darah istihadhah bersifat cair

d. Aromanya

  • Darah haid beraroma busuk / tidak sedap
  • Darah istihadhah beraroma seperti darah biasa

Kondisi dimana wanita Dalam Keadaan Istihadhah :

adversitemens
  1. Kondisi dimana wanita yang memiliki masa haid yang jelas , sebelum terjadinya istihadhah.

Dalam kondisi seperti ini ,maka masa haidnya sudah diketahui berapa lamanya dan diluar masa haid itu di sebut dengan istihadhah .

2. Tidak adanya kejelasan mengenai masa haidnya , sebelum mengalami istihadhah .

Dalam keadaan seperti ini , maka cara untuk membedakan antara masa haid dan istihadhah adalah dengan cara mengenali bagaimana ciri – cirinya antara darah haid dan darah istihadhah .

Perhatikan hadist Dibawah ini :

Pengertian Dan Hukum Istihadhah

3. Tidak adanya kejelasan baik masa haid ataupun perbedaan antara darah haid dan istihadhah

Dalam keadaan seperti ini , dimana darah yang keluar terus menerus tanpa adanya perbedaan maka perhitungan masa haidnya selama 6 atau 7 hari , dan selebihnya sebagai darah istihadhah . Hal ini didasarkan pada hadist :

Pengertian Dan Hukum Istihadhah

Kondisi Yang Mirip Dengan Istihadhah 

Kondisi dimana wanita mengalami pendarahan atau keluarnya darah dari vaginanya , terjadi karena beberapa sebab. Berikut adalah macam – macam kondisi yang mirip dengan istihadhah :

  1. Darah yang keluar setelah terjadinya operasi pengangkatan rahim dan tidak akan terjadi haid lagi .

Dengan terjadinya operasi tersebut , maka diketahui bahwa wanita tersebut tidak akan mengalami haid lagi . Maka keadaan seperti ini , hukumnya sama dengan istihadhah . Yang artinya , dia tidak boleh untuk meninggalkan ibadah seperti shalat , puasa dan lainnya serta tetap boleh untuk melakukan jima’ . Dengan syarat pada saat akan melakukan shalat darahnya harus dibersihkan , memakai pembalut supaya darahnya tidak berceceran , lalu mengambil wudhu baru melakukan shalat .

2. Keadaan dimana tidak dapat dipastikan bahwa akan keluar lagi atau tidak darah haidnya

Keadaan seperti ini , maka hukumnya sama dengan istihadhah dan wajib tetap melakukan shalat , puasa dan lainnya.

Hukum – hukum yang berlaku dalam istihadhah 

Hukum istihadhah , sama seperti hukum dalam keadaan suci , yaitu wajib untuk mengerjakan shalat , dan lain sebagainya . Dengan kata lain , tidak ada perbedaan antara wanita suci dengan wanita dalam keadaan istihadhah , kecuali dalam hal sebagai berikut :

a. Wajib untuk berwudhu setiap akan melaksanakan shalat .

Rasulullah saw bersabda kepada Fatimah binti Abis Hubaisyi:

Pengertian Dan Hukum Istihadhah

Yang dimaksud dari hadist diatas , yaitu Tidak boleh berwudhu sebelum shalat lima waktu kecuali telah masuk waktu shalatnya . Dan ketika akan shalat selain shalat lima waktu , maka hendaknya berwudhu sebelum akan melakukannya . Intinya , setiap akan melakukan shalat harus wudhu terlebih dahulu .

b. Harus mencuci bekas darahnya sebelum berwudhu dan memakai pembalut supaya darahnya tidak berceceran .

c. Hukum Berjima’

Dalam keadaan istihadhah , melakukan jima’ atau hubungan intim adalah hal yang diperbolehkan .

Telah dijelaskan di atas , bahwasannya setelah keluar darah istihadhah maka wajib bagi wanita tersebut untuk mandi wajib dan shalat . Lalu apakah setiap akan shalat harus mandi wajib ? pertanyaan itu pasti akan muncul diantara kita semua , berikut adalah penjelasan akan permasalahan hal ini .

Pengertian Dan Hukum Istihadhah

Dari pernyataan di atas , dapat disimpulkan bahwa seorang wanita muslimah dalam keadaan istihadhah hanya perlu mandi satu kali pada saat masa haid selesai dan sebelum melakukan shalat seperti halnya seseorang dalam keadaan suci yaitu harus mensucikan badan , dan berwudhu di setiap akan melakukan shalat . Serta tidak lupa untuk membersihkan darah istihadhah tersebut dan tidak lupa untuk memakai pembalut yang bersih .

Demikian penjelasan mengenai pengertian dan hukum istihadhah dalam syariat islam . Semoga dapat bermanfaat , dan dapat menambah ilmu pengetahuan kita . Serta semoga Allah swt senantiasa memberi keberkahan kepada kita semua .

adversitemens