Pembagian Hari Di Bulan Ramadhan Berdasarkan Hadist Nabi

Di dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa ada pembagian hari di bulan ramadhan . Bagaimanakah pembagian tersebut dan terbagi menjadi berapakah bulan ramadhan di dalam hadist Rasulullah ? Sedang yang kita tahu selama ini bahwa bulan ramadhan seperti bulan – bulan yang lainnya yaitu terdiri dari 30 hari , jika tidak ada keputusan yang merubahnya menjadi hanya 29 ataupun menjadi 31 hari . Untuk lebih jelasnya dan supaya kita lebih memahami makna bulan ramadhan dan memahami tentang keutamaan bulan ramadhan di banding bulan lainnya mari kita memahami tentang pembagian hari di bulan Ramadhan berdasarkan haist Nabi .

Pembagian Hari Di Bulan Ramadhan

Pembagian Hari Di bulan Ramadhan

Selama satu bulan di dalam bulan suci ramadhan memiliki banyak keutamaandiantaranya yaitu bulan penuh rahmat , bulan penuh maghfirah , dan bulan ifkumminannar .

Dasar hadit tentang pembagian hari di bulan ramadhan 

  • Hadist Riwayat Abu Hurairah radhiallohu’anhu , ia berkata bahwa

Rasulullah saw bersabda :

adversitemens

Pembagian Hari Di Bulan Ramadhan

  • Hadist dri Salman Al- Farisi radhiallohu’anhu

Ia menceritakan bahwa Rasulullah saw berkhutbah saat menjelang waktu ramadhan , di dalam khutbah tersebut Rasulullah saw bersabda :

Pembagian Hari Di Bulan Ramadhan

Hadist – hadist di atas ,merupakan hadist yang sudah sangat populer untuk menjelaskan keutamaan bulan suci Ramadhan .

Dari hadit di atas , dapat kita simpulkan bahwa pembagian hari di bulan Ramadhan terbagi menjadi 3 , yaitu :

1.  10 Hari Yang pertama 

adversitemens

Pada 10 hari yang pertama di bulan Ramadhan , Allah swt banyak menurunkan rahmat atau kasih sayang serta memberikan banyak limpahan pahala kepada umatnya dari berbegai amal ibadah yang dikerjakan . Fase 10 hari yang pertama di bulan ramadhan disebut dengan fase bulan penuh rahmat . 

Di waktu 10 hari yang pertama , memang waktu yang sangat berat . Karena di 10 hari yang pertama merupakan waktu peralihan dari kebiasaan pola makan yang normal ke puasa menahan makan dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari . Dan di awal – awal memang tubuh kita melakukan adaptasi , selain badan kita fikiran pun harus beradaptasi untuk lebih ikhlas dan sabar supaya dalam menjalankan puasa tetap lancar dan menjalankan ibadah tersebut penuh dengan keimanan dan ketaqwaan .

Maka dari itu , janganlah kita melewatkan waktu 10 hari pertama di bulan ramadhan hanya dengan berdiam diri tanpa menjalankan amal ibadah . Apalagi sampai tidak menjalankan puasa tanpa uzur atau alasan yang darurat . Karena di awal bulan ramadhan Allah swt memberikan banyak rahmat kepada umatNya . Semoga kita mampu melewati awal bulan ramadhan dengan penuh rahmat Allah swt .

2. 10 Hari kedua atau pertengahan

Di waktu pertengahan atau sepuluh hari yang kedua , kebiasaan untuk berpuasa menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari sudah dirasakan sangat terbiasa dan sudah tidak berat serta badanpun sudah dapat beradaptasi .

Dan dari hadist – hadist yang dijelaskan diatas , bahwa 10 hari yang ke dua merupakan hari yang penuh dengan magfirah dari Allah swt .

Dengan terbiasanya kita dalam menjalankan ibadah wajib atau berpuasa , maka ibadah yang lain atau ibadah sunnah seperti shalat malam , berdzikir , membaca al- Qur’an dan amalan baik yang lainnya harus lebih diperbanyak dan harus lebih semangat lagi . Karena di waktu ini Allah swt banyak memberi maghfiroh kepada umatNya yang rajin beribadah . Serta Allah swt akan mengampuni dosa – dosa umatNya yang mau memohon ampun dengan taubatan Nassuha atau memohon dengan penuh keikhlasan dan bersungguh – sungguh .

Untuk itu , janganlah kita menyia – nyiakan waktu ini .Dan semoga kita selalu mendapat magfirah dari Allah swt .

3. 10 Hari Terakhir 

Di 10 hari yang terakhir , di sebutkan dalam hadit bahwa di fase ini disebut dengan fase  ‘itqun Minannar yang artinya pembebasan dari api neraka .

Ummul mu’minin ‘aisyah radhiyallahu’anha , mengisahkan tentang Rasulullah saw pada sepuluh hari akhir di bulan ramadhan , bahwa :

Pembagian Hari Di Bulan Ramadhan

Yang di maksud dari isi hadist di atas , yaitu bahwa Rasulullah saw di 10 hari terakhir di bulan ramadhan dalam menjalankan amal ibadah lebih banyak di banding hari – hari yang lainnya . Keseriusan ibadah ini , bukan hanya terfokus dalam satu ibadah namun beberapa ibadah seperti shalat , bertilawah al- qur’an , berdzikir dan ibadah – ibadah lainnya .

Di spuluh hari terakhir di bulan ramadhan seperti yang di jelaskan di hadist di atas , bahwa Rasulullah saw membangunkan istri – istrinya agar mereka juga menjalankan shalat , dzikir dan lainnya . Hal ini merupakan bentuk kesemangatan Rasulullah saw agar keluarganya dapat meraih keuntungan yang besar pada waktu – waktu utama tersebut .

Di sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan , Rasulullah saw juga banyak beri’tikaf di masjid dan meninggalkan kepentingan dunia , beliau melakukan hal ini bertujuan hanya untuk merasakan lezatnya ibadah .

Di sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan , juga terjadi malam yang mulianya lebih mulia dari 1000 bulan yaitu malam lailatul qadar .

Jadi , barang siapa yang dapat memanfaatkan momen di 10 hari terakhir di bulan ramadhan dengan amal – amal ibadah . Maka Allah swt akan membebaskan hambaNya tersebut dari siksa api neraka , dan ini merupakan salah satu keistimewaan malam lailatul qadar .

Subhanallah . . . .jadi sepanjag hari di bulan ramadhan itu penuh dengan keberkahan , rahmat , magfirah dan ‘itqun Minannar . Maka dari itu , janganlah kita menyia- nyiakannya . Karena kesempatan itu hanya setahun sekali , dan kita juga tidak tahu bahwa bulan depan masih di beri umur panjang dan di beri kesempatan hidup di bulan Ramadhan di tahun yang akan datang .

Semoga kita termasuk orang – orang yang dapat memanfaatkan kesempatan dan mendapat untung besar serta mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi golongan orang – orang yang bertaqwa .

Semoga penjelasan mengenai pembagian hari di bulan ramadhan berdasrkan hadist nabi di atas dapat sedikit memberi pencerahan kepada kita . Dan semoga bermanfaat . . .

Amin

adversitemens