Memahami Ketentuan Shalat Fardu Secara Lengkap

Memahami ketentuan shalat fardu | Shalat fardu terdiri dari 5 waktu shalat yang jumlah seluruh raka’atnya adalah 17 raka’at . Shalat fardu merupakan suatu amal ibadah yang sangat diwajibkan . Bahkan amal shalat fardu adalah amal yang pertama kali ditanyakan ketika di alam kubur . Apabila amal ibadah shalatnya baik maka sudah otomatis amal yang lain ikut baik .

ketentuan shalat farduu

Dasar hukum shalat fardu

Hukum menjalankan shalat fardu adalah fardu ‘ain bagi setiap muslim mukallaf yang telah memenuhi syarat , dan apabila mengerjakannya akan mendapat pahala , dan apabila ditinggalkan akan mendapat dosa .

Allah swt berfirman :

ketentuan shalat fardu

adversitemens

( INNAS SOLAATA KAANAT ‘ALAL MU MINIINA KITAABAN MAUQUUTAN )

Artinya : ” . . . . . Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang – orang yang beriman .” ( QS. An – Nisa ayat 103 )

Shalat juga merupakan ibadah yang membedakan antara orang islam dengan orang kafir . Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadist dibawah ini :

Rasulullah saw bersabda : ” ( perbedaan ) antara islam dan kekafiran adalah meninggalkan shalat  . ” ( HR.Muslim , Abu Dawud , At-Turmudzi dan Ibnu Majjah )

Ketentuan shalat Fardu

Dalam mengerjakan shalat fardu , supaya shalat yang kita kerjakan syah dan diterima oleh Allah swt maka kita harus memperhatikan ketentuan – ketentuan shalat fardu meliputi syarat wajib , syarat syah , rukun shalat , sunnah – sunnah serta hal – hal yang membatalkan shalat .

  1. Syarat wajib

Syarat wajib shalat meliputi :

adversitemens

a. Beragama Islam

b. Baligh ( dewasa )

c. Memiliki akal yang sehat .

d. Tidak dalam keadaan haid / nifas bagi wanita .

e. Telah sampai dakwah kepadanya .

f. Tidak dalam keadaan tidur dan lupa .

2. Syarat syah

Syarat syah shalat meliputi :

a. Suci badan , pakaian , dan tempat dari najis .

b. Suci dari hadas besar dan hadas kecil .

c. Auratnya tertutup .

d. Mengetahui waktu masuknya shalat .

e.Menghadap ke kiblat .

3. Rukun shalat

Rukun shalat yaitu meliputi :

a. Niat shalat didalam hati .

b. Berdiri bagi yang mampu  ( duduk atau berbaring bagi yang sakit ) .

c. Mengucapkan takbiratul ikhram .

d. Membaca surah Al – Fatihah .

e. Ruku’ disertai tuma’ninah .

f. Sujud dua kali disertai tuma’ninah .

g. Duduk iftirash / duduk diantara sua sujud dengan tuma’ninah .

h. Duduk tasyahud akhir .

i. Membaca tahiyat / tasyahud akhir .

j. Membaca shalawat nabi .

k. Membaca salam yang pertama ( saat menengok ke kanan )

l. Tertib .

4. Sunnah – sunnah Shalat

Sunnah – sunnah shalat meliputi :

a. Mengangkat kedua tangan sejajar dengan pundak / telinga bagi laki – laki dan sebatas dada bagi perempuan di empat keadaan . Empat keadaan yaitu ketika takbiratul ikhram , ketika akan ruku’ , ketika bangun dari ruku’ , dan ketika berdiri dari tasyahid awal .

b. Bersedekap meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri , dibawah dada atau diatas pusar pada saat berdiri .

c. Memandang tempat sujud .

d. Membaca iftitah setelah takbiratul ikhram .

e. Membaca ta’awuz pada saat akan membaca al- fatikhah .

f. Membaca amin setelah selesai  membaca al-fatihah .

g. Membaca surat atau ayat al- qur’an setelah membaca al-fatikhah pada raka’at pertama dan kedua .

h. Mengeraskan bacaan al- fatikhah dan surah al- qur’an pada raka’at pertama dan kedua pada saat shalat subuh , magrib , isya , witir , ‘idain , dan pada saat dua gerhana ( khusuf dan kusuf ) .

i. Membaca takbir intiqol ( ALLAHU AKBAR ) pada saat pindah dari raka’at satu ke raka’at yang berikutnya .

j. Membaca tasmi’ ( sami’allahu liman hamidah ) ketika bangkit dari ruku’.

k. Membaca do’a i’tidal ( rabbanalakal khamdu dan seterusnya )

l. Membaca tasbih pada saat ruku’ dan sujud .

m. Membaca doa pada saat duduk iftirsyi .

n. Meletakkan kedua telapak tangan diatas paha , ketika membaca tasyahud awal dan akhir .

o. Menegakkan jari telunjuk kanan ketika membaca syahadat pada bacaan tasyahud .

p. Pada saat duduk iftirasyi , duduk diatas mata kaki sebelah kiri dan telapak kaki kanan ditegakkan .

q. Pada saat duduk tawaruk , duduk dengan telapak kaki kiri dikeluarkan kesebelah bwah telapak kaki kanan .

r. Duduk sebentar setelah sujud yang ke dua ketika akan berdiri .

s. Membaca do’a setelah tasyahud akhir .

t. Membaca salam yang ke dua .

u. Menoehkan kepala ke kanan dan ke kiri ketika membaca salam pertama dan kedua .

5. Hal – hal yang membatalkan shalat

Berikut adalah beberapa hal – hal yang dapat membatalkan shalat :

a. Meninggalkan slah satu syarat syahnya shalat .

b. Meninggalkan salah satu rukun shalat .

c. Berbicara dengan sengaja diluar bacaan shalat dengan sengaja .

d. Banyak bergerak / melebihi 3 kali gerakan .

e. Makan dan minum walaupun sedikit .

f. Tertawa .

g. Berubah niat .

Tatacara shalat fardu secara berurutan

Berikut adalah tatacara shaat fardu secara berurutan :

  1. Berdiri menghadap kiblat .
  2. Niat shalat di dalam hati .
  3. Membaca takbiratul ikhram .
  4. Membaca surah Al-Fatikhah .
  5. Ruku’ dengan tuma’ninah .
  6. I’tidal dengan tuma’ninah
  7. Sujud dua kali dengan tuma’ninah .
  8. Duduk diantara dua sujud disertai tuma’ninah .
  9. Duduk tasyahud akhir .
  10. Membaca tasyahud akhir
  11. Membaca shalawat nabi
  12. Mengucapkan salam yang pertama.

Bacaan – bacaan yang pokok dalam shalat

  1. Membaca Takbiratul ikhram
  2. Membaca surah Al- Fatikhah .
  3. Membaca Tasyahud Akhir .
  4. Membaca shalawat nabi .
  5. Membaca salam yang pertama .

Demikian penjelasan mengenai ketentuan – ketentuan shalat fardu yang perlu kita fahami . Semoga bermanfaat dan kita dapat mengerjakan shalat fardu tanpa bermalas – malasan dan juga semoga shalat kita di terima oleh Allah swt . Amin

adversitemens