Ketentuan Puasa Ramadhan Dalam Syariat Islam Yang Wajib diketahui

Ramadhan datang , seluruh umat muslimpun bersama – sama menjalankan ibadah puasa yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim . Namun , dalam menjalankannya kita harus memahami ketentuan – ketentuan puasa Ramadhan yang berlaku sesuai dalam syariat islam . Mengapa kita harus memahami ketentuan – ketentuan tersebut ? karena sesungguhnya setiap yang kita kerjakan jika tidak memperhatikan atau tidak sesuai dengan tuntunan maka dikhawatirkan ibadah kita akan menjadi sia – sia , walaupun sebenarnya tidak ada perbuatan baik yang sia – sia hasilnya .

Lalu apa sajakah ketentuan puasa Ramadhan yang sesuai dengan syariat islam ? Bukan tidak mungkin diantaa kita masih banyak yang belum memahami , walaupun sebenarnya hal ini merupakan hal yang biasa bagi sebagian orang.

Ketentuan Puasa Ramadhan

Ketentuan Puasa Ramadhan

Ketentuan puasa ramadhan terdiri dari syarat dan rukun puasa ramadhan , hal yang membatalkan dan tidak membatalkan puasa , sunnah puasa , serta hal yang makruh di lakukan saat berpuasa ramadhan . Namun sebelum kita memahami apa saja yang termasuk dalam ketentuan puasa , maka kita harus faham terlebih dahulu mengenai arti atau pengertian puasa ramadhan dan dasar hukumnya .

A. Pengertian Dan Dasar Hukum Puasa Ramadhan

adversitemens

Puasa yaitu : menahan diri dari hawa nafsu atau menahan diri dari makan dan minum serta menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa , dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari .

Puasa Ramadhan , yaitu puasa yang hukumnya wajib  dan dikerjakan di bulan ramadhan .

Puasa ramadhan , hukumnya wajib bagi seluruh umat muslim yang telah baligh dan hal ini di berdasarkan pada firman Allah swt dalam QS. Al- Baqarah ayat 183 :

Ketentuan Puasa Ramadhan

B. Syarat Dan Rukun Puasa Ramadhan 

  1. Syarat Puasa Ramadhan

Syarat puasa ramadhan terbagi menjadi dua , yaitu syarat syah dan syarat wajib puasa ramadhan .

adversitemens
  • Syarat syah puasa ramadhan , yaitu syarat yang harus di lakukan oleh seseorang dalam menjalankan puasa ramadhan supaya ibadah puasa yang di lakukan syah .

Syarat syah puasa terdiri dari :

a. Beragama islam sepanjang hari

Syarat syah puasa yang pertama yaitu beragama islam sepanjang hari atau bukan orang yang murtad . Dan dengan kata lain , orang yang telah keluar dari islam tidak syah untuk menjalankan puasa .

b. Mumayyiz

Yang di maksud dari istilah mumayyiz yaitu mampu membedakan hal yang baik dan buruk .Dan ini juga termasuk dalam syarat syah dalam menjalankan ibadah puasa .

c. Suci dari haid dan nifas

Bagi kaum hawa memiliki keistimewaan yang seorang laki – laki tidak memilikinya , yaitu haid atau menstruasi setiap bulan dan mengeluarkan darah nifas ketika sehabis berpuasa . Dan keistimewaan itu juga menjadikan seorang wanita boleh tidak menjalankan puasa , ketika hal itu sedang terjadi . Karena salah satu syarat syah puasa adalah suci dari haid dan nifas .

d. Menjalankan puasa di waktu yang telah di tentukan .

Selain ketiga hal di atas , ada satu syarat syah puasa lain yang penting juga untuk di perhatikan yaitu tidak sembarang dalam menjalankan puasa , namun harus melakukan puasa di waktu yang telah di tentukan .

Selain waktu yang di tentukan juga merupakan syarat syah puasa , namun ada hal lain yaitu ada waktu yang di haramkan untuk menjalankan puasa , waktu – waktu tersebut yaitu :

1. Dua Hari Raya ( Hari raya idul fitri dan Hari raya idul adha )

2. Hari Tasyrik ( tanggal 11 , 12 , dan 13 Dzulhijjah )

  • Syarat Wajib Puasa ramadhan , yaitu Syarat yang wajib atau harus terpenuhi oleh seseorang yang menjalankan puasa ramadhan .

Perhatikan Hadist di bawah ini :

Ketentuan Puasa Ramadhan

Jadi , berdasarkan pada hadit diatas syarat wajib puasa ramadhan terdiri dari :

a. Beragama islam

Syarat wajib yang pertama yaitu beragama islam , jadi jika merasa muslim harus menjalankan puasa .

b. Baligh atau dewasa

Selain beragama islam , sudah baligh atau dewasa juga merupakan syarat wajib berpuasa atau dengan kata lain anak – anak belum wajib untuk menjalankan puasa . Namun bukan berarti di larang untuk berlatih sejak dini .

c. Berakal

Selain muslim dan baligh , yang menjadi syarat wajib selanjutnya adalah berakal . Apabila seseorang sedang menjalankan puasa dan orang tersebut tiba -tiba gila ataupun hilang akal karena pingsan atau karena minum – minuman air keras maka puasanya batal dan orang tersebut tidak wajib lagi menjalankan puasa .

d. Mampu menjalankan puasa

Selain ketiga syarat di atas , ada syarat lain yang sangat penting juga dalam menjalankan puasa yaitu orang tersebut harus mampu menjalankan puasa . Jika orang tersebut tidak mampu menjalankan karena sakit keras atau hal lain maka tidak di wajibkan lagi bagi orang tersebut . Karena sesungguhnya islam tidak menyiksa umatnya .

2. Rukun Puasa Ramadhan 

Rukun puasa terdiri dari dua perkara yaitu :

a. Niat

Rukun puasa yang pertama yaitu niat . Niat yang di lakukan harus ikhlas karena Allah swt dan di lakuka di dalam hati . Selain itu juga ada syarat dalam niat  , anatar lain :

1. ) Berniat di waktu malam , atau sebelum waktu imsak .

2.) Menentukan jenis puasa yang akan di lakukan

3.) Di lakukan berulang – ulang

b. Menahan diri dari hal – hal yang membatalkan puasa

Selain niat , rukun puas yang kedua yaitu menahan diri dari hal – hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum , muntah dengan sengaja , bersetubuh dan hal – hal lain yang mampu membatalkan puasa.

C. Hal Yang Membatalkan Puasa Dan Tidak Membatalkan Puasa

  • Hal yang dapat membatalkan puasa :

a. Makan dan Minum secara sengaja

b. Melakukan hubungan badan di siang hari

c. Muntah dengan sengaja

d. Masuknya sesuatu ke dalam lubang dalam tubuh secara sengaja ( kubul dan Dubur )

e. Gila atau hilang akal

f. Haid dan Nifas

g. Sentuhan yang menyebabkan keluarnya air mani

h. Murtad atau keluar dari agama islam

i. Menghisap asap rokok secara sengaja

j. Memasukkan jarum suntik ke dalam tubuh

  • Hal Yang tidak membatalkan puasa :

a. Berkumur saat berpuasa

b. Menelan ludah sendiri saat berpuasa

c. Sikat gigi

d. Muntah tanpa disengaja

e. Mencium aroma masakan

f. Keluar sperma karena mimpi basah

g. Keluar darah karena luka tanpa sengaja , dan tidak menyebabkan lemas dan pusing

h. Pingsan dan sempat sadar di siang hari .

D. Sunnah Puasa

Berikut adalah hal – hal yang sunnah untuk di lakukan saat berpuasa ramadhan yaitu:

a. Melaksanakan makan sahur

b. Menyegerakan berbuka puasa

c. Melaksanakan shalat tarawih

d. Membaca Al- Qur’an

e. Memberi makan orang yang sedang berpuasa untuk berbuka

f. Bertaubat

g. I’tikaf

h. Umrah

i. Berdakwah

j. Memperbanyak berdo’a kepada Allah swt

k. Malam lailatul Qadar

E. Hal – hal yang menyebabkan makruh

Hal – hal tersebut antara lain :

a. Berlebih – lebihan dalam berkumur saat wudhu

b. Ciuman atau bercumbu

c. Membayangkan hal – hal jorok

d. Memandang secara terus menerus pada lawan jeis

e. Mencicipi makanan

f. Mencium wewangian yang sangat menyengat

g. Mandi dengan menyelam

h. Mengumpulkan ludah lalu di telan

i. Bersiwak setelah memasuki waktu dzuhur

j. Tidur yang berlebihan

Demikian penjelasan mengenai hal – hal yang termasuk ke dalam ketentuan puasa ramadhan dalam syariat islam . Semoga dengan penjelasan diatas , kita mampu merubah atau memperbaiki ibadah puasa kita di tahun ini . Dan yang terpenting yaitu menjalankan puasa dengan ikhlas karena Allah swt , karena sesungguhnya kunci dalam menjalankan ibadah untuk mencari ridha Allah adalah ikhlas karena Nya dan tidak mengharapkan imbalan selain ridha dan pahala dari Allah swt . Semoga penjelasan di atas bermanfaat . Amin

adversitemens