Memahami Ketentuan Mukena Syar’i Dalam Agama Islam

Ketentuan Mukena Syar’i | Bagaimanakah ketentuan mukena syar’i dalam ajaran islam ? apakah setiap kali akan shalat harus memakai mukena ? dan bagaimankah pandangan islam mengenai mukena yang populer di zaman sekarang ? Pada kesempatan kali ini , akan kita bahas bersama mengenai bagaimana ketentuan mukena yang sebenarnya .

Ketentuan Mukena Syar'i

Ketentuan Mukena Syar’i dalam agama islam

Dewasa ini , khususnya di negara kita memposisikan mukena sebagai suatu hal yang sangat penting dalam menjalankan shalat . Bahkan banyak orang yang menjadikan mukena sebagai salah satu maskawin atau jika tidak menjadi maskawin pasti ada salah satu dalam suatu hantaran . Bahkan ada anggapan jika shalat tidak menggunakan mukena maka shalatnya tidak syah .

Namun , sesungguhnya salah satu syarat syah shalat dalam ilmu fiqh yaitu menutup aurat . Dan tidak ada keharusan menutup aurat harus memakai mukena , tetapi boleh menggunakan apa saja yang dapat berfungsi menutup aurat dengan syarat suci dan bersih serta tidak transfaran atau mampu mencegah terlihatnya warna kulit seseorang .Dan dalam syariat islam , tidak menentukan model , bentuk , potongan , corak ataupun warna pakaian atau sesuatu yang dapat menutup aurat .

Perhatikan Hadist diawah ini :

adversitemens

Ketentuan Mukena Syar'i

Ketentuan Mukena Syar'i

Dari hadist di atas dapat disimpulkan bahwa syarat syah shalat adalah menutup aurat . Dan yang dimaksud menutup aurat bagi kaum wanita yaitu meutup semua anggota badan kecuali muka dan telapak tangan . Dan tidak ada keharusan untuk memakai mukena dalam shalat , akan tetapi boleh hanya memakai busana syar’i lengkap dengan kerudungnya asal menutup seluruh aurat , tidak ketat dan tidak transfaran .

Selepas dari itu semua , memakai mukena juga boleh dan merupakan busana yang syah untuk digunakan saat shalat untuk menutup aurat , lalu bagaimanakah syarat mukena yang boleh untuk shalat ?

Syarat Mukena yang syah untuk shalat 

  1. Tidak terlalu banyak corak 

Pada saat sekarang , banyak model dan fariaan serta banyak corak dan gambar di dalamnya. Lalu bagaimanakah islam memandang hal ini  ?

adversitemens

Ketentuan Mukena Syar'i

Dari dasar hukum di atas , dapat disimpulkan bahwa mukena yang dipakai seseorang wanita atau  laki – laki yang memakai pakaian yang bergambar atau berwarna yang sangat mencolok hukumnya makruh . Alasan kemakruhannya yaitu karena dapat mengganggu kekhusuan seseorang dalam mengerjakan shalat . Dan dapat juga berhukum tafsil :

  • Apabila mengerjakan shalat sendirian ( munfarid ) , maka hukumnya tidak makruh dengan alasan tidak mengganggu kekhusuan orang lain .
  • Apabila shalat berjama’ah , akan menjadikan hukumnya makruh apabila mengganggu dan menjadikan jama’ah lain tidak khusyu . Dan tidak makruh apabila tidak mengganggu jama’ah lain .

Untuk menjaga diri dan supaya shalat kita tetap syah dan tidak merugikan diri sendiri ataupun orang lain , maka kita hendaknya memakai mukena yang polos dan tidak transfaran .

2. Tidak mengandung banyak unsur warna 

Selain harus tidak bermotif atau bergambar , syarat mukena yang selanjutnya adalah tidak boleh mengandung unsur warna – warni . Serta tidak boleh mengundang perhatian dari orang lain . Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadist dibawah ini :

Ketentuan Mukena Syar'i

Dapat disimpulkan bahwa , memakai pakaian atau mukena yang terlalu banyak mengandung warna dikhawatirkan masuk ke dalam jenis pakaian yang akan mendapatkan ancaman seperti yang terkandung dalam hadist yang dijelaskan di atas . Karena di sebutkan bahwa pakaian yang sangat bagus ataupun pakaian yang sangat lusuh merupakan pakaian yang dapat menarik perhatian orang lain atau di sebut dengan pakaian syuhrah dan Allah swt tidak menyukai hal ini .

3. Dianjurkan untuk memakai warna putih 

Perhatikan Hadist dibawah ini :

Ketentuan Mukena Syar'i

Hukum Terbukanya Aurat Di tengah – tengah Shalat

Pada saat shalat terbukanya aurat di tengah – tengah shalat adalah hal yang mungkin saja terjadi , baik karena tiupan angin ataupun karena gerakan pada shalat yang tidak di sengaja . Bagaimanakah hukumnya ?

Berikut adalah beberapa pendapat ulama mengenai hal ini :

  1. Dari Kalangan Al Hanafiyah dan Al Hanabilah

Pendapat dikalangan al hanafiyah dan al hanabilah ,menyebutkan bahwa terbukanya aurat di pertengahan shalat karena tidak sengaja maka tidak menyebabkan batalnya shalat .

  • Al Hanafiyah ,menjelaskan bahwa apabila seperempat bagian dari auratnya terbuka selama satu rukun , maka shalatnya tidak syah , atau batal shalatnya .
  • Al hanabilah , menjelaskan bahwa apabila aurat yang terbuka walau sedikit dalam waktu lama atau terbuka cukup lebar dalam waktu yang sebentar maka tidak akan batal shalatnya . Namun apabila terbuka auratnya cukup lebar dan dalam waktu lama , maka hukum shaltnya akan batal .

2. Dari kalangan Al- Malikiyyah dan As Syafi’iyyah 

Dari kalangan ini , berpendapat bahwa terbukanya aurat dapat membatalkan shalat dengan beberapa pengecualian . Pengecualian tersebut adalah :

  • Al – Malikiyyah , menjelaskan bahwa tidak masuk dalam kategori membatlkan shalat apabila bagian aurat yang terbuka sangat kecil walaupun dalam waktu lama .
  • An – Nawawi dari kalangan As- Syafi’iyyah menjelaskan bahwa apabila di tengah – tengah shalat ada bagian aurat yang terbuka , dan di saat itu juga langsung di tutup kembali maka hal tersebut tidak di kategorikan membatalkan shalat .

Demikian Penjelasan mengenai ketentuan mukena syar’i dalam agama islam . Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada alasan untuk tidak shalat apabila tidak terdapat mukena . Karena mukena bukan syarat syah shalat . Dan pakaian apa saja atau bentuk apapun yang penting menutup aurat dan tidak transfaran serta tidak ketat dan yang penting suci itu juga dapat digunakan untuk shalat . Dan pakailah mukena yang tidak terlalu mencolok dan tidak terlalu banyak mengandung unsur gambar . Semoga bermanfaat dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah saw dan diampuni segala dosa – dosa kita . Amin

adversitemens