Memahami Ketentuan Jual Beli Dalam Syariah Islam

Ketentuan jual beli dalam islam | Jul beli merupakan salah satu jenis transaksi ekonomi .Ada beberapa ketentuan islam yang mengatur tentang jual beli . Jual beli dalam islam ada yang tergolong halal dan ada juga yang tergolong haram . Kita sebagai seorang muslim tentu harus tahu apa itu jual beli halal dan apa itu jual beli haram . Karena sudah pasti, kita sebagai muslim yang sejati tentu tidak akan mau apabila kita mendapatkan sesuatu yang haram . Sebelum mengetahui ketentuan jual beli , maka yang dipelajari pertama adalah bgaimana prinsip atau azaz dari transaksi ekonomi islam.Mari kita pelajari bersama .

jual beli

Prinsip dasar transaksi ekonomi dalam syariat islam

Suatau transaksi ekonomi akan dikatakan syah apabila memenuhi asas atau prinsip – prinsip sesuai syariat islam , prinsip tersebut antara lain :

  1. Mengikat pihak – pihak yang bertransaksi , kecuali yang melanggar syariat .
  2. Pihak – pihak yang pertransaksi harus memenuhi kewajiban yang telah disepakati dan tidak boleh saling berhianat. Allah Swt berfirman dalam QS. Al- Maidah ayat 1 : Juala beli

( YAA AYYUHALLADZII NA A MANUU AU FUU BIL ‘UQUUD . . . .)

 Artinya :

adversitemens

 jual beli

3. Syarat – syarat jual beli harus sesuai dengan syariat islam serta dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab .

4.Setiapa transaksi dilakukan dengan suka rela tanpa adanya paksaan dari pihak manapun .

5. Tidak adanya unsur penipuan , penyelewengan , dan kecurangan . Perhatikan hadist Rasulullah saw dibawah ini :

” Rasulullah saw melarang jual beli yang mengandung unsur penipuan . “

6. Kebiasaan dalam jual beli yang sudah menjadi adat boleh digunakan asal kedua belah pihak mengetahuinya dan tidak menyimpang dari syariat islam  .

adversitemens

Pengertian Jual beli

Jual beli yaitu persetujuan yang saling mengikat antara penjual dan pembeli .  Penjual adalah pihak yang menyerahkan barang . Pembeli adalah pihak yang membayar harga barang yang dijual atas dasar suka sama suka .

Hukum jual beli adalah diperbolehkan . Allah swt memperbolehkan jual beli yang dijelaskan dalam FirmanNya Dalam QS. Al- Baqarah ayat 275 :

jual beli

( . . . .WA AKHALLA ALLAHUL BAI’A WA KHARRAMARRIBAA . . . .)

Artinya : ” . . . . . Padahal Allah swt telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba . . . .” ( QS.Al – Baqarah ayat 275 )

Rukun Jual Beli dalam islam

Rukun jual beli meliputi :

  1. Penjual dan pembeli 

syarat penjual dan pembeli dalam syariat islam yaitu :

  • Berakal sehat ( aqil ) .
  • Dewasa ( Baligh ) .
  • Atas kehendak sendiri tidak dalam unsur paksaan .

2. Benda yang di jual dan di beli 

Syarat benda untuk dijual atau dibeli adalah :

  • Benda tersebut dalam keadaan suci . Anjing dan babi tidak boleh dijualbelikan .
  • Dapat memberi manfaat .
  • Benda tersebut dapat diserahkan kepada pembeli . Benda yang tidak dapat diserahkan tidak boleh untuk dijual belikan , contohnya burung yang terbang di langit .
  • Barang tersebut adalah milik  sang penjual , atau orang yang diwakilinya atau orang yang mengusahakannya . Rasulullah saw bersabda : ” Tidak ada jual beli kecuali sesuatu yang dimilikinya .” ( HR. Abu Daud dan At Turmudzi )
  • Barang yang dijualbelikan diketahui oleh penjual dan pembeli baik zat , sifat , bentuk dan kadar/ ukurannya .

3. Akad atau ijab qabul .

Ijab yaitu perkataan seorang penjual . contohnya adalah  “saya jmenual barang ini dengan harga sekian “.

Qabul adalah perkataan pembeli . contohnya ” saya membeli barang ini dengan harga sekian . “

Para ulama bersepakat bahwa diperbolehkan ijab qabul tidak perlu dilafalkan namun boleh hanya kesepakatan .

Macam -macam Jual beli

Berdasarkan pada cara pembayarannya , jual beli dibedakan menjadi beberapa macam , antara lain :

  1. Jual beli kontan 

Jual beli kontan yaitu jual beli atau serah terima barang yang dibayar secara langsung / lunas ( kontan ). Ada barang dan ada uang .

2. Jual beli sistim tempo .

Jual beli tempo yaitu jual beli yang dilakukan dengan cara setelah adanya kesepakatan harga , kemudian barang baru dikirim dan pembayaan dilakukan setelah barang sampai .

3. Jual beli dengan tukar menukar brang dalam jumlah yang banyak .

Jual beli halal dan jual beli kharam

1.Jual beli halal

Jual beli halal yaitu jual beli yang tidak bertentangan dengan ketentuan agama islam , tidak ada unsur penipuan , baik dari pihak penjual ataupun pembeli serta di lakukan dengan cara  suka sama suka .

2. Jual beli haram/ terlarang

Jual beli akan berubah menjadi haram / terlarang yaitu apabila dalam pelaksanaannya melanggar syariat agama islam .

Yang termasuk ke dalam jual beli Yang terlarang :

  1. menimbun barang -barang yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang mengakibatkan sulit untuk dicari dan mempengaruhi harga jual yang makin meningkat .
  2. Curang dalam timbangan , ukuran atau takaran serta penipuan dalan kualitas . Allah saw berfirman : jual beli
  3. Jual beli dengan sistim riba .
  4. Jual beli yang terdapat unsur tidak jelas serta ada unsur taruhannya .
  5. Monopoli barang dengan maksud mendapatkan untung sebesar- besarnya tanpa memikirkan bahwa orang tersebut sangat membutuhkan .
  6. Mempermainkan harga .
  7. Membeli barang kepada orang yang tidak tahu harga jual dipasaran , mencegat orang yang hendak akan ke pasar dengan maksud mendapatkan harga semurah – murahnya dan menjual setinggi – tingginya
  8. Menjual air mani hewan jantan .
  9. Menjual buah – buahan yang belum dipetik ( dikenal dengan sistem ijon ). Rasulullah saw telah memperingatkan dalam sebuah hadist : ” Sesungguhnya Rasulullah saw telah melarang menjual buah – buahan sebelum tampak masak ( pantas diambil ) . ” ( HR . Al- Bukhari dari jabir bin Abdillah : 1392 )
  10. Menjual barang yang bukan miliknya atau bukan dalam perwakilannya .

Rasulullah saw bersabda : ” Tidak ada jual beli kecuali pada sesuatu yang dimilikinya .” ( HR.Abu Daud dan At Turmudzi )

11. Membeli barang yang sudah dibeli oleh orang lain dan dalam masa khiyar .

Didalam agama islam ada masa yang dinamakan masa khiyar . Masa khiyar yaitu waktu yang diberikan untuk memilih , meneruskan atau membatalkan akad jual beli .

Tujuan dari masa khiyar yaitu supaya kedua belah pihak dapat memikirkan kemaslahatan untuk masing – masing , sehingga tidak ada penyesalan di akhir kemudian .

Macam – macam Masa khiyar 

a. Khiyar Majlis

Khiyar majlis yaitu masa dimana penjual dan pembeli boleh meneruskan atau membatalkan / mengurungkan jual bei selama keduanya masih dalam satu tempat .

b. Khiyar syarat

Khiyar syarat yaitu khiyar yang dijadikan syarat oleh penjual dan pembeli .

c. Khiyar ‘aibi

Khiyar ‘aibi yaitu khiyar dimana pembeli boleh mengembalikan barang yang dibelinya , apabila barang itu memiliki cacat yang mengurangi kualitas barang .

Demikian penjelasan mengenai ketentuan jual beli dalam agama islam . Jual beli memang diperbolehkan dan halal hukumnya, akan tetapi kita sebagai seorang muslim harus memmperhatikan ketentuan – ketentuan diatas , supaya apa yang kita jual atau apa yang kita beli tidak menjadi haram hukumnya .

adversitemens