Hukum Rebonding , Mewarnai Dan Menyambung Rambut Dalam Islam

Hukum Rebonding | Pertanyaan mengenai hukum rebonding , mewarnai dan menyambng rambut dalam hukum islam pasti terlintas di setiap fikiran para muslimah . Karena pada zaman modern seperti ini , banyak tawaran – tawaran untuk merubah diri seperti yang keriting menjadi lurus , yang lurus jadi keriting dan ada juga yang rambutnya pendek disambung supaya panjang tanpa menunggunya alias cara pintas dan instan . Zaman sekarang makin aneh – aneh saja . Lalu bagaimana pandangan islam menyikapi hal ini ? Dan bagaimana hukumnya dalam Al-Qur’an dan Hadist ? Pada kesempatan kali ini ,mari kita pelajari bersama .

Hukum Rebonding

Hukum Rebonding , Mewarnai dan Menyambung rambut

Merias diri , dan tampil cantik wanita mana si yang tidak mendambakan itu semua ? Islam juga tidak melarang kepada umatnya yang suka merias diri .Namun harus tetap memperhatikan aturan merias diri yang sesuai dengan syariat agama yang terdapat dalam Al-qur’an dan Hadist , karena dasar hukum agama islam adalah Al-qur’an dan Hadist . Dan seorang wanita diperbolehkan untuk merias dirinya dengan syarat merias diri hanya untuk suaminya dan sesuai syariat islam .

A. Hukum Rebonding 

Sebelum kita memahami terlebih mendalam mengenai hukum reboonding bagi kaum muslimah , maka kita harus fahami terlebih dahulu mengenai apa itu reboonding ? Rebonding merupakan tekhnik atau cara untuk meluruskan rambut . Masalah ini merupakan masalah yang sangat sensitif , dan ada beberapa pendapat mengenai hukum reboonding :

adversitemens
  • Menurut kesepakatan MUI ( Majelis Ulama Indonesia ) yang dikeluarkan pada tahun 2010 , hukum rebonding yaitu boleh untuk dilakukan , dengan catatan tujunnya benar , seperti melakukan rebonding untuk membahagiakan suami , serta meggunakan bahan – bahan yang halal dan aman . Selain itu juga , dibolehkannya rebonding dengan catatan prosesnya tidak membahayakan dan tidak mengakibatkan kerusakan .
  • Menurut sebagian Ulama yang lain, menjelaskan bahwa hukum rebonding haram . Hal ini karena di khawatirkan bahwa reboonding dapat merusak ciptaan Allah swt . Dan melakukan kerusakan terhadap ciptaan Allah swt hukumnya haram . Mrubah sesuatu dengan menginginkan sebuah kecantikan dan merasa tidak puas dengan apa yang telah diterimanya atau yang telah Allah swt anugerahkan, hukumnya haram dan itu merupakan seruan syeitan .

Allah swt berfirman :

QS. Ar-Rum ayat 30 :

Hukum Rebonding

QS. An- Nisa Ayat 119 :

Hukum Rebonding

Rasulullah SAW , bersabda :

adversitemens

Hukum Rebonding

Ada juga yang menjelaskan bahwa , rambut yang telah di rebonding tidak boleh untuk dibersihkan selama beberapa hari yang bertujuan supaya proses reboonding tidak terganggu dan hasilnya maksimal . Hal ini sangatlah bertentangan dengan kita orang muslim , karena setiap kali kita akan shalat maka kita harus mengerjakan wudhu dan di setiap rangkaian wudhu ada sesi membasuh sebagian rambut . Maka dengan kata lain dengan melakukan reboonding akan mengurangi kesempurnaan wudhu kita . Dan ada juga yang menyebutkan bahwa reboonding dapat menyebabkan kerusakan dan kerontokan rambut .

Jadi , dapat kita simpulkan bahwa reboonding hanya menimbulkan kemudaratan baik dunia ataupun agama . Kemudaratan dalam segi agama yaitu bahwa reboonding di khawatirkan merusak ciptaa Allah swt dan dapat merusak kesempurnaan wudhu . Dan kemudaratan dunia , yaitu dapat menimbulkan kerusakan rambut dan kerontokan rambut .

B. Hukum Mewarnai Rambut 

Pada dewasa ini , dapat kita jumpai banyak remaja – remaja yang berubah tampilan dengan mewarnai rambutnya dengan warna yang super ngejreng atau para orang dewasa yang telah berumur yang pertamanya beruban , dan tiba – tiba berubah kembali seperti muda . Lalu apakah islam membolehkan hal ini ?

Hukum mewarnai rambut pada dasrnya dibolehkan , namun harus memperhatikan beberapa aspek seperti tujuan , warna yang digunakan dan pihak – pihak yang terlibat . Boleh melakukan semir rambut dengan berbagai warna kecuali warna hitam . Hal ini , di dasarkan pada Hadist :

Hukum Rebonding

Dibolehkannya melakukan pewarnaan pada rambut , tidak terlepas pada tujuan dilakukannya pewarnaan itu sendiri. Dibolehkan mewarnai rambut dengan catatan itu bertujuan untuk membahagiakan suaminya , dan tidak dilakukan untuk mencari popularitas atau menarik perhatian dari lawan jenis .

C. Hukum Menyambung Rambut 

Hukum menyambung rambut adalah haram baik untuk seorang wanita single ataupun wanita yang telah bersuami dan baik seizin suami atau tanpa izin suami . Hal ini di dasarkan pada Hadist :

Hukum Rebonding

Dan di jelaskan juga dalam Hadist lain sebagai berikut :

Hukum Rebonding

Demikian penjelasan mengenai hukum rebonding , mewarnai dan menyambung rambut dalam agama islam . Sesungguhnya itu semua kembali pada diri kita masing – masing . Apabila kita menginginkan kebahagiaan baik dunia atau akhirat , maka janganlah melakukan hal – hal yang mendekati pada kedzaliman baik pada diri sendiri atupun kepada orang lain . Allah swt juga tidak melarang umatnya untuk tampil indah atau cantik asalkan hal itu dilakukan hanya untuk suaminya dan hanya dilakukan untuk mencari Ridha Allah swt . Jadi pada intinya ,semua aturan yang Allah swt berikan kepada kita , itu semua demi kemaslahatan kita baik dalam kehidupan didunia ataupun kelak di akhirat . Semoga bermanfaat .  .. . . .Amin

adversitemens