Hukum Puasa Bagi Ibu Hamil Dan Menyusui Di Bulan Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi sluruh umat muslim yang telah memenuhi syarat . Lalu bagaimanakah hukum berpuasa bagi ibu hamil dan menyusui? apakah boleh untuk tidak berpuasa atau harus tetap berpuasa ? pertanyaan – pertanyaan seperti ini pasti banyak muncul diantara kita , karena pasti diantara kita masih banyak yang belum mengetahui dan memahaminya . Terutama para ibu hamil dan menyusui pasti banyak yang bertanya – tanya karena ada rasa was – was antara akan mengerjakan kewajiban dan akan memberi hak bagi nak yang di kandung ataupun anak yang sedang di susui nya. Supaya tidak terjadi salah kaprah , maka mari kita pelajari bersama – sama .

Hukum Puasa Bagi Ibu Hamil

 

Puasa ramadhan merupakan puasa yang hukumnya wajib dan merupakan rukun islam yang ke tiga . Dan semua umat muslim sangat senang bila telah datang bulan Ramadhan , karena di bulan ini selain di wajibkan untuk berpuasa , bulan ramadhan juga merupakan bulan yang penuh berkah dan magfiroh .

Perintah menjalankan puasa di bulan Ramadhan terkandung di dalam QS.Al- Baqarah ayat 183 :

Hukum Puasa Bagi Ibu Hamil

adversitemens

Dan diantara orang muslim , ada sebagian yang di perbolehkan untuk tidak berpuasa namun wajib menggantinya dengan membayar fidiyah ataupun dengan mengqadha puasayang ditinggalkan tersebut . Hal ini dijelaskan dalam Firman Allah swt yang terkandung di dalam  QS. AL-Baqarah ayat 184 :

Hukum Puasa Bagi Ibu Hamil

Dari penjelasan di atas , dapat  kita simpulkan bahwa orang – orang yang boleh tidak berpuasa yaitu:

  • Orang dalam perjalanan jauh ( Musafir ) , dan orang ini wajib mengganti puasa yang di tinggalkannya dengan mengerjakan puasa di waktu lain sejumlah yang di tinggalkan .
  • Orang yang sedang Haid dan nifas , hal ini biasanya di alami oleh kaum wanita . Dan baginya wajib mengganti pasa yang ditinggalkan dengan mengerjakan puasa sejumlah yang ditinggalkan .
  • Orang sakit yang sangat parah yang apabila mengerjakan puasa akan menimbulkan bahaya baginya . Dan orang ini wajib mengganti puasanya dengan berpuasa atau boleh dengan membayar fidyah apabila tidak mampu mengganti dengan puasa sejumlah hari yang di tinggalkannya .
  • Orang tua renta atau sepuh , yang apabila mengerjakan shalat akan terancam kesehatannya . Dan baginya wajib mengganti dengan membayar fidyah .

Hukum Puasa Bagi Ibu Hamil

Lalu bagaimanakah hukum puasa bagi ibu hamil dan menyusui ? 

Jika kita mengacu pada ayat diatas , tidak ada keharusan untuk tidak berpuasa ataupun berpuasa bagi seorang wanita yang sedang hamil ataupun menyusui . Namun ada beberapa hal atau ketentuan yang berlaku bagi seorang wanita yang sedang hamil dan menyusui karena adanya sebuah keadaan . Keadaan tersebut adalah :

adversitemens

a. Keadaan dimana seorang wanita hamil yang kuat dan mampu menjalankan puasa serta tidak ada kekhawatiran pada dirinya dan janinnya . Maka dalam keadaan seperti wajib untuk tetap berpuasa, dan tidak boleh untuk berbuka.

b. Keadaan dimana seorang wanita hamil yang khawatir terhadap dirinya dan anaknya serta dirinya akan sangat payah ketika menjalankan puasa maka dia boleh untuk berbuka . Serta wajib mengganti dengan menjalankan puasa sejumlah yang di tinggalkan di hari lain . Dan dalam keadaan seperti ini , lebih utama baginya untuk berbuka dan makruh untuk berpuasa .

Sebagian ulama juga menyebutkan bahwasannya jika wanita hamil yang hawatir terhadap anaknya , wajib untuk berbuka dan haram baginya berpuasa .

Perhatikan penjelasan para Ulama berikut mengenai hukum puasa wanita hamil dan menyusui:

  • Ibnu Aqil menyebutkan bahwa : ” apabila seorang wanita hamil atau menyusui khawatir terhadap kehamilannya dan anaknya yang disusuinya maka haram baginya untuk berpuasa .”
  • Syeh Ibnu Utsaimin Rahimahullah ta’ala dalam fatwa shiyam di dalam hal. 161 : ” Apabila seorang wanita hamil dan menyusui meninggalkan puasa tanpa adanya uzur sementara dirinya kuat serta tidak ada pengaruhnya kepada anaknya bagaimana hukumnya ? ” Beliaupun menjawab :” Tidak dibolehkan baginya untuk berbuka di siang hari kecuali ada uzur . Jika keduanya berbuka kareana ada uzur maka wajib baginya untuk mengqadha puasanya tersebut seperti yang terkandung dalam Firman Allah swt  dalam QS.Al- baqarah ayat 184 :

Hukum Puasa Bagi Ibu Hamil

Wanita hamil dan menyusui dianggap seperti orang sakit .Dan apabila berbuka di siang hari karena alasan khawatir terhadap anaknya maka wajib untuk mengqadha . Sebagian ulama juga menyebutkan bahwa wajib juga untuk membayar fidyah kepada orang miskin berupa makanan pokok seperti beras , gandum , kurma atau yang lainnya .

Dari kedua pendapat ulama diatas , dapat kita simpukan :

Bahwasannya orang yang sedang hamil dan menyususi memiliki keringanan untuk tidak mengerjakan puasa . Namun jika kuat untuk mengerjakannya serta tidak adanya kehawatiran terhadap anaknya maka dia wajib tetap menjalankan puasa di bulan ramadhan .

Hukum Puasa bagi Ibu Hamil

Lalu bagaimanakah mengenai cara mengganti puasa yang di tinggalkan wanita hamil dan menyusui?

Dalam hal ini para ulama memiliki perbedaan pendapat ,pendapat tersebut antara lain :

1. Menurut Imam Nawawi , beliau berkata :

  • Apabila wanita hamil dan menyusi menghawatirkan keadaan dirinya maka keduanya boleh tidak berpuasa dan wajib untuk mengqadha serta tidak wajib membayar fidyah .
  • Apabila wanita hamil dan menyusui menghawatirkan keadaan anaknya bukan keadannya maka keduanya boleh tidak berpuasa dan wajib untuk mengqadha dan membayar fidyah .

2. Menurut Ibnu Qudamah , beliau berkata :

” Wanita hamil dan menyusui adalah orang yang mampu untuk mengqadha , maka qadha wajib bagi nya seperti halnya wanita yang haid dan nifas .”

3. Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al- Utsmain , beliau betkata :

” Lebih tepat wanita hamil dan menyusui dimisalkan seperti orang sakit dan musyafir yang mempunyai kewajiban mengqadha saja tanpa membayar fidyah . “

Wanita yang hamil dan menyusui masih terkena sebuah ayat dalam QS.Al- Baqarah ayat 185 :

Hukum Puasa bagi Ibu Hamil

Demikian penjelasan mengenai hukum puasa ramadhan bagi ibu hamil dan menyusui . Semoga dengan penjelasan diatas dapat membantu serta menjawab pertanyaan – pertanyan kita selama ini mengenai hal yang sering di anggap enteng namun sesungguhnya sangat serius dan tidak main – main .

Jadi , pada intinya dari penjelasan diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa bagi seorang wanita yang sedang hamil ataupun menyusui jika memungkinkan untuk berpuasa atau kuat untuk berpuasa tidak ada yang di khawatirkan keselamatannya maka tetaplah berpuasa serta tetap menjalankan kewajiban – kewajiban lainnya . Namun jika dengan berpuasa dikhawatirkan akan ada akibat buruk dengan keselamatan dirinya atau anaknya maka wanita tersebut boleh untuk berbuka di siang hari bahkan boleh untuk tidak berpuasa . Namun jangan lupa untuk menggantinya dengan mengqadhanya .

Semoga penjelasan di atas bermanfaat . Amin

adversitemens