Memahami Hukum KB Dalam Syariat Islam

KB atau yang kepanjangannya adalah Keluarga Berencana merupakan program pemerintah untuk membatasi jumlah penduduk . .Lalu bagaimana KB dalam pandangan syariah islam ? apakah KB dibenarkan , boleh atau haram ? Supaya kita tidak salah kaprah serta supaya tidak dilema lagi antara akan KB seperti yang diprogramkan pemeritah ataukah akan berpegang teguh dengan aturan agama . Untuk lebih jelasnya mari kita pelajarinya bersama.

Dalam program KB pemerintah sering memberi slogan KB dengan menyebutkan bahwa dua anak cukup .Hal ini salah satu tujuannya disebabkan karena indonesia jumlah penduduknya sangat banyak  .Dan tujuan dari KB yang lainnya adalah supaya ada jarak kelahiran dan supaya seorang ibu dapat memebrikan ASI secara ekslusif dan memberikan pendidikan usia dini secara maksimal kepada anak . KB di indonesia  dilakukan dengan cara menggunakan kontrasepsi diantaranya adalah menggunaka spiral , IUD , pil , suntik dan lain sebagainya . Lalu apakah pandanagn seperti yang ditujuan oleh pemerintah itu benar menurut agama? perhatikan penjelasan dibawah ini .

Hukum KB Dalam Syariat Islam

Hukum KB Dalam Syariat Islam

Sebelum kita memahami bagaimana hukum KB dalam syariat islam , maka pertama kali yang harus kita fahami betul terlebih dahulu mengenai istilah Membatasi dan menunda kehamilan. Apa maksdunya ?

A.Pengertian Membatasi dan Menunda

adversitemens
  • Membatasi kehamilan

Membatasi kehamilan , yaitu sama dengan menunda kehamilan selama – lamanya .Membatasi kehamilan bisa disebut juga dengan membatasi kelahiran , dengan cara mensterilkan rahin atau pengangkatan rahin atau cara – cara yang lain dengan tanpa adanya alasan yang pasti . Dan hal ini hukumnya haram , karena bertetangan dengan syariat . Kecuali ada alasan tertentu seperti sakit kanker atau jika tidak melakukan hal itu nyawa seorang ibu terancam , insyaAllah Allah swt memahaminya dan membenarkan .

Dan dijelaskan juga dalam sebuah hadist , Allah swt dan Rosulullah saw mensyariatkan umat islam untuk memperbanyak keturunannya . Perhatikan hadist di bawah ini !

Hukum KB Dalam Syariat Islam

  • Menunda Kehamilan 

Menunda kehamilan , yaitu mencegah kehamilan sementara dengan tujuan untuk memberi jarak waktu anatar kehamilan yang sebelumnya dengan kehamilan selanjutnya .

Alasan – alasan dari menunda kehamilan yaitu supaya jarak antara kelahiran dengan kemalian ada jaraknya , karena jarak yang pendek anatar kelahiran dan kehamilan yang terlalu dekat tidak bagus untuk anak , janin dan ibu . Mengapa demikian ? perhatikan ulasan – ulasan berikut :

a. Anak akan kekurangan ASI .

adversitemens

Dalam ilmu kedokteran , pemberian ASI sekurang – kurangnya selama 6 bulan . Bisa dibayangkan apabila masih dalam masa – masa membutuhkan ASI , lalu ibunya hamil lagi pasti sudah otomatis jumlah ASI yang dihasilkan ibunya berkurang .  Dan ini sangat berpengaruh kepada seorang anak .

b. Kondisi Seorang Ibu Belum Pulih Benar

Seorang wanita yang telah hail selama sembilan bulan dan melahirkan , pasti membutuhkan waktu lama untuk memulihkan supaya kembali benar – benar fit . Apalagi masih memiliki seorang anak bayi yang membutuhkan asupan ASI dan perhatian ekstara . Bisa dibayangkan jika terjadi kehamilan ketika baru beberapa bulan melahirkan .

c. Keadaan Janin

Keadaan janin yang terkandung saat jarak kelahiran dan kehamilan belum terlalu lama ini sangat rentan serta dapat meyebabkan janin lahir secara prematur , cacat dan yang paling berbahaya adalah meninggal . Jadi untuk mencari aman , lebih baik kita tunggu sampai anak sudah sekitar umur 1 ,2 tahun itu pun paling cepat .

Dan supaya ada jarak anatara kelahiran dengan kehamilan , seorang wanita secara alami dapat menunda berbulan – bulan untuk tidak hamil . Kejadian ini dapat terjadi dengan karena beberapa faktor anatar lain:

  • Dalam keadaan menyusui
  • Kalender
  • KB
  • ‘Azl

Dari keempat yang disebutkan di atas ada satu istilah yang jarang kita dengar . Dan diantara kita masih belum tahu apa artinya . Betul tidak ? ya walaupun pasti sudah ada yang tahu .Tetapi tidak salahnya bukan kita bahas lagi .

‘Azl , yaitu mengeluarkan sperma seorang suami di luar vagina seorang istri ,dan bertujuan untuk mencegah kehamilan .

Dari Jabir r.a , ia berkata ” kami melakukan ‘azl dimasa Nabi Muhammad saw , dan ketika itu Al-qur’an terus diturunkan , dan Nabi Muhammad telah mengetahui hal tersebut namun beliau tidak melarangnya . ( HR.Al-Bukhari :5209 )

Dan para ulama menyebutkan bahwa yang termasuk ‘azl adalah alat atau segala macam cara untuk menunda kehamilan dalam waktu tertentu yang digunakan oleh seorang wanita baik berupa pil atau yang lainnya .

Dan yang perlu diperhatikan , menggunakan alat kontrasepsi dengan tujuan menunda sementara bukan selamanya dan bukan bertujuan takut miskin ataupun takut riskinya sempit . Jadi , jika ada yang menggunakan kontrasepsi dengan tujuan karena takut miskin , maka ini hukumnya haram .

Perhatikan Firman Allah swt dalam QS.Al-Isra ayat 31 :

Hukum KB Dalam Syariat Islam

Kesimpulannya adalah :

Hukum KB diperbolehkan asalkan penggunaan alat kontrasepsi memiliki tujuan menunda dan bukan membatasi kehamilan . Serta menunda kehamilan tersebut ada waktunya bukan selamanya .

Namun , akan berubah menjadi haram apabila , penggunaan alat kontrasepsi dengan tujuan membatasi kehamilan karena takut miskin serta takut sempit riskinya .

B. Alasan – alasan yang diperbolehkan untuk melakukan KB

Dari penjelasan – penjelasan diatas ,maka kita dapat ketahui bahwa alasan yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan menunda kehamilan adalah :

1. Karena sakit 

Apabila seorang wanita yang memiliki penyakit di dalam rahim atau tempat yang lain ,dan apabila tetap hamil akan membahayakan wanita tersebut maka melakukan penundaan waktu hamil ini diperbolehkan .

2. Ketika anak sudah banyak

Yang dimaksud disini yaitu ketika sebuah keluarga telah memiliki anak banyak dan seorang ibu telah keberatan untuk hamil dengan alasan menginginkan untuk memberikan pendidikan usia dini secara maksimal kepada anak-anaknya .

Dan lain halnya dengan apabila menggunakan alat kontrasepsi dengan tujuan karir , hidup enak atau sejenisnya yang banyak dilakukan para wanita zaman sekarang , ini merupakan perbuatan KB yang diharamkan .

Jadi dengan kata lain , mulai sekarang kita jangan menyalah artikan KB . Meang sesungguhnya dalam islam membolehkan yang namanya menunda waktu kehamilan , namun ada syarat – syarat tertentu yang telah dijelaskan di atas . Dan jangan karena islam membolehkan lalu menyalahgunakan .

Dan walaupun sesungguhnya di dalam islam tidak ada kata mengurangi kehamilan , tetapi bukan berarti tidak boleh menunda waktu kehamilan . Karena Allah swt dan Rosulullah saw tidak akan memberatkan umatNya .

Demikian pejelasan mengenai hukum KB dalam syariat Islam , semoga kita sudah faham apa arti KB yang sebenarnya dalam islam . Dan mari kita rubah pola fikir kita bahwa KB untuk menunda hamil karena karir atau karena harta . Namun mulai sekarang mari kita KB dengan tujun menunda untuk waktu yang tepat untuk hamil . Dan supaya anak – anak kita juga tidak kekurangan asupan ASI serta perhatian serta pendidikan usia dini dari kita sebagai orang tua khususnya seorang ibu .Semoga bermanfaat .AMIN

adversitemens