Memahami Hukum Bacaan Mad Dalam Ilmu Tajewid

Hukum bacaan mad

Hukum Bacaan MadHukum bacaan mad termasuk kedalam salah satu cabang  ilmu tajewid . Hukum bacaan mad mungkin sudah banyak yang mengenal , akan tetapi tidak ada salahnya apabila kita mempelajarinya . Karena tidak ada hal yang sia – sia walaupun itu sudah dipelajari  berulang -ulang 1000 kalipun . kecuali hanya didengarkan saja , tidak di amalkan .Karena ilmu yang bermanfaat , tidak hanya dipelajari dan cukup tahu saja . Namun ilmu yang bermanfaat , adalah ketika kita sudah mengetahui tentang suatu hal serta kita sudah mengamalkannya untuk diri kita sendiri , maka yang selanjutnya adalah  memberitahukan kepada orang lain . Pada kesempatan kali ini , saya akan memberitahukan apa yang dimaksud dengan hukum bacaan mad dan apa saja yang termasuk kedalam hukum bacaan mad .

Hukum Bacaan Mad

Mad secara bahasa memiliki arti panjang . Sedangkan secara istilah mad adalah Hukum bacaan dimana ketika ada huruf hijaiyah bertemu dengan huruf mad , maka membacanya harus panjang . Panjang dari bacaannya tergantung dari jenis mad itu sendiri .

Huruf mad ada 3 , yaitu :

hukum bacaan mad

adversitemens

Hukum bacaan Mad terbagi menjadi 2 macam yaitu :

  1. Mad Tabi’i ( mad asli )
  2. Mad Far’i ( cabang dari mad , atau mad yang telah berubah karena sesuatu hal) ,terdiri dari 14 macam mad yaitu :
  • Mad wajib muttasil
  • Mad Jaiz Munfassil
  • Mad lazim Mutsaqqal kilmi
  • Mad Lazim Mukhaffaf kilmi
  • Mad Layin
  • Mad ‘Aridl lissukun
  • Mad Shilah qashirah
  • Mad Shilah  Thawilah
  • Mad ‘Iwadl
  • Mad Badal
  • Mad Lazim Harfi Musyabba
  • Mad Lazim Harfi Mukhaffaf
  • Mad Tamkin
  • Mad Farq

Penjelasan Lebih jelas

  1. Mad Tabi’i ( mad asli )

Mad memiliki arti panjang , sedangkan tabi’i memiliki asli atau biasa . Jadi cara membaca mad tabi’i adalah panjangnya dua harakat atau satu alif .

Disebut mad tobi’i apabila :

  • Ada huruf Alif ( ا  ) dan huruf sebelumnya adalah huruf yang berharakat fathah .
  • Ada huruf  ya ( ي ) dan huruf sebelumnya adalah huruf yang berharakat kasrah .
  • Ada huruf wawu ( و ) dan huruf sebelumnya adalah huruf yang berharakat domah .

Contoh bacaan mad tabi’i :

hukum bacaan mad

2. Mad Wajib Muttashil 

adversitemens

Mad Wajib Muttashil yaitu Mad yang apabila ada mad tabi’i bertemu dengan huruf  hamzah ( ء ) baik berharakat fathah , kasrah , atau domah  dalam satu kalimat . Cara bacanya yaitu 6 harakat .

Dan biasanya berharakat seperti pada gambar di bawah ini :

 hukum bacaan mad

Contoh bacaannya :

hukum bacaan mad

hukum bacaan mad

cara bacanya adalah : “ LAAS QAINAAHUM MAAAAAAAN GHADAQAN “

3. Mad Jaiz Munfasshil 

Mad jaiz munfasshil yaitu apabila ada mad tabi’i bertemu dengan huruf alif  ( ا  ) yang berharakat fathah , kasrah , dan damah namun tidak dalam satu kalimat .

Cara membacanya yaitu panjang 4 harakat atau 6 harakat . Dan boleh juga 2 harakat . Mad jaiz munfasshil biasanya terdapat tanda baca seperti di bawah ini :

hukum bacaan mad

Contoh bacaan mad jaiz munfasshil :

hukum bacaan mad

4. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi 

Mad lazim mukhaffaf kilmi yaitu mad yang terjadi apabila ada mad tabi’i bertemu dengan huruf yang berharakat sukun ( mati ) dalam satu kalimat , cara bacanya adalah 6 harakat .

Contoh bacaannya :

Hukum Bacaan mad

5. Mad Lazim Mutsaqqal kilmi 

Mad LazimMutsaqqal kilmi yaitu mad yang terjadi apabila mad tabi’i bertemu dengan huruf yang bertasyjid . Cara bacanya yaitu memanjangkan huruf madnya sepanjang 6 harakat , lalu memasukkan pada huruf yang bertasyjid.

Contoh bacaannya :

Hukum Bacaan Mad

6. Mad Layyin / Mad Lin

Mad Layyin yaitu apabila ada huruf yang berharakat fathah bertemu dengan huruf wawu sukun atau ya sukun dalam satu kalimat .

Mad Lin , biasanya dibaca saat waqaf baik pada akhir  kalimat ataupun pada saat membaca suatu ayat yang tidak kuat di tengah kalimat .  Panjang dalam bacanya adalah boleh 2 , 4 atau 6 harakat yang penting konsisten dalam membaca.  Dan cara bacanya yaitu membaca huruf yang berharakat fathah terlebih dahulu lalu membaca wawu atau ya yang berharakat sukun dengan dipanjangkan lalu ditutup dengan huruf sesudahnya .

Contoh bacaan Mad Layyin :

Hukum bacaan Mad

Cara bacanya yaitu : “ MIN KHAWUUUUUUF

7. Mad ‘Aridl Lissukun 

Mad ‘aridl Lissukun yaitu apabila ada mad tabi’i bertemu dengan huruf yang berharakat fathah , kasrah , domah atau fathah tanwin , kasrah tanwin , dan domah tanwin dalam satu kalimat . Biasanya terletak di akhir kalimat atau tengah – tengah untuk mewakofkan .

Cara bacanya adalah memanjangkan huruf mad tabi’inya lalu dikunci dengan huruf selanjutnya . Dengan memanjangkan 2, 4 atau 6 harakat .

Contoh bacaan mad aridl lissukun :

Hukum bacaan mad

8. Mad Shilah qashirah 

Mad shilah qashirah yaitu apabila ada huruf ha dhamir atau bacaan ” hii atau huu ” yang artinya merupakan kata ganti orang sedangkan sebelumnya terdapat huruf yang berharakat ( huruf hidup ).

Cara bacanya yaitu seperti mad tabi’i ( 2 harakat /satu alif )

Contoh bacaannya : 

Hukum Bacaan Mad

Cara bacanya : ” WALAA YA UU TUHUU KHIFDUHUMAA “

9. Mad Shilah thawilah 

Mad shilah thawilah yaitu apabila ada huruf ha dhamir atau ada mad qashirah yang bertemu dengan huruf hamzah . Cara bacanya yaitu 4 – 5 raka’at .

Contoh bacaan mad shilah thawilah  :

Hukum Bacaan Mad

Cara bacanya : ” MIN ‘ILMIHIIII ILLAA “

10. Mad ‘iwadl 

Mad ‘iwadl yaitu apabila ada mad tabi’i yang bertemu dengan huruf yang berharakat tanwin , yan teerjadi pada saat waqaf atau saat berhenti baik di akhir ataupun tengah kalimat .

Cara bacanya adalah dua harakat atau satu alif dengan menghilangkan harakat tanwin .

Contoh bacaan mad ‘iwadl :

Hukum Bacaan Mad

Cara bacanya : ” Khisaa bayyasii raa

11. Mad Badal 

Mad Badal yaitu apabila ada huruf hamzah bertemu dengan huruf mad  yaitu alif , ya , dan wawu . Badal artinya mengganti huruf hamzah yang dihilangkan .Jadi membacanya sama dengan mad tabi’i yaitu satu alif atau dua harakat .

Contoh bacaannya :

Hukum Bacaan Mad

12. Mad Lazim Harfi Musyabba 

Mad lazim harfi musyabba yaitu huruf dipermulaan surah  dan cara bacanya  diidghamkan dan panjang . sehingga bacanya agak diberatkan , dengan panjang 6 harakat .

Huruf yang termasuk dalam mad lzim harfi musyabba adalah :

Hukum Bacaan Mad

Contoh bacaannya : 

Hukum Bacaan Mad

13. Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

Mad lazim Harfi Mukhaffaf , yaitu huruf di awal surah yang tidak terdiri dari

Hukum Bacaan Mad

Carabacanya 2 harakat ( satu alif )

Contoh bacannya :

HukumBacaan Mad

14. Mad Tamkin

Mad tamkin yaitu apabila ada huruf  ” ya   sukun  ” yang sebelumnya ada huruf ” ya ” yang bertasyjid dan berharakat kasrah . Cara bacanya sama dengan mad tabi’i yaitu 2 harakat .

Contoh bacaan mad tamkin :

Hukum Bacaan mad

15 . Mad Farq

Mad farq , yaitu mad yang terjadi apabila ada mad badal bertemu dengan huruf yang bertasyjid atau pengertian lain dari mad farq yaitu mad yang terjadi karena adanya 2 hamzah yang bertemu , yang hamzah pertama merupakan hamzah istifham dan hamzah yang kedua adalah hamzah washal dalam alif lam ma’rifat .

Cara bacanya yaitu panjang enam harakat atau tiga alif .

Contoh bacaannya :

Hukum Bacaan Mad

Demikian penjelasan mengenai Hukum Bacaan Mad dalam ilmu tajewid . Semoga bermanfaat , dan kita lebih gemar lagi dalam membaca al- qur’an karena sesungguhnya membaca al- qur’an termasuk ibadah .

adversitemens