Memahami Hukum Bacaan Lam Jalalah Dan Ra’

bacaan lam jalalah

Bacaan Lam Jalalah | Hukum Bacaan Lam Jalalah dan ra merupakan bentuk hukum bacaan dalam Ilmu tajwid yang perlu untuk kita pelajari . Lalu apakah yag di maksud dengan lam jalalah ? ada berapa macam lam jalalah ? Dan apakah yang dimaksud dengan hukum bacaan ra sukun? apa saja yang termasuk di dalamnya ? mungkin diantara kita masih ada yang bertanya – tanya . Pada kesempatan kali ini , kita akan mempelajari keduanya.

Pengertian Hukum Bacaan Lam Jalalah

Alif lam jalalah yaitu hukum bacaan lam dalam lafadz Allah  ( الله ) dalam Al- Qur’an . Yang artinya utuk mengagungkan Allah swt .

Cara membaca Alif lam jalalah yaitu :

  1. Tafkhim
  2. Tarqiq

A. Lam Jalalah Tafkhim

Lam jalalah tafkhim yaitu lam jalalah yang di baca tebal .

adversitemens

Ciri – ciri lan jalalah tafkhim :

a. Berada di awal kalimat

contoh :

  • Dalam QS. Al- Ihlas ayat 2

bacaan lam jalalah

  • Dalam QS.Al- Baqarah ayat 255

bacaan lam jalalah

b.  Lafadz Jalalah setelah huruf yang berharakat fathah .

adversitemens

Contoh :

  • Dalam QS. Al- Ihlas ayat 1

bacaan lam jalalah

c. Lafadz Jalalah berada setelah huruf yag berharakat domah

Contoh :

  • Dalam QS. AL- Humazah ayat 6

bacaan lam jalalah

B. Lam Jalalah Tarqiq

Lam jalalah tarqiq yaitu lam jalalah yang dibaca tipis .

Ciri – ciri lam jalalah tarqiq yaitu lam jalalah yang huruf sebelumnya berharakat kasrah .

Contoh dalam bacaan :

bacaan lam jalalah

Bismillah “

Membaca Lam secara tafkhim atau tebal yaitu hanya pada lam jalalah . Sedangkan pada lafadz yang lain walaupun sebelumnya diawali dengan huruf fathah ataupun domah . Akan tetapi , cara bacanya yaitu tarqiq atau tipis .

 Hukum Bacaan Ra’

Dalam ilmu tajwid  hukum bacaan ra dibagi menjadi dua , yaitu Ra tafkhim dan Ra tarqiq

1.Bacaan Ra’ yang dibaca Tafkhim ( tebal )

Ciri – cirinya :

a. Apabila ra berharakat fathah

b. Apabila Ra berharakat Damah

c. Apabila Ra berharakat sukun dan huruf sebelumnya berharakat fathah

d. Apabila Ra berharakat sukun dan huruf sebelumnya berharakat damah

e. Apabila ada ra sukun atau ra mati dan huruf sebelumnya berharakat kasrah aridhah atau kasrah bukan asli yaitu kasrah yang terdapat pada hamzah wasal , tetapi diwasalkan sehingga hamzah itu tidak terbaca .

f. Apabila ada ra sukun yang huruf sebelumnya berharakat kasrah dan huruf sesudahya adalah huruf isti’la yang tidak berharakat kasrah .

g.Huruf  Ra sukun yang diwaqafkan , dan huruf sebelumnya adalah huruf yang berharakat fathah

h. Huruf Ra sukun yang di waqafkan dan huruf sebelumnya adalah huruf yang berharakat domah

i. Huruf  Ra sukun yang diwaqafkan dan huruf sebelumnya adalah huruf alif

j. Huruf Ra sukun yang diwaqafkan dan huruf sebelumnya adalah huruf wawu

k. Huruf Ra sukun yang diwaqafkan , yang huruf sebelumnya adalah huruf berharakat sukun dan diawali oleh huruf yang berharakat fathah

l. Huruf ra sukun yang di waqafkan , yang huruf sebelumnya adalah huruf berharakat sukun dan diawali dengan huruf yang berharakat domah

Contoh bacaan ra tafkhim :

bacaan lam jalalah

2. Hukum Bacaan Ra Tarqiq  ( tipis )

Ciri – ciri bacaan ra tarqiq :

a. Apabila huruf Ra berharakat kasrah atau kasrah tain

b. Apabila Ra sukun didahului oleh huruf yang berharakat kasrah dan sesudahnya bukan huruf isti’la ( huruf yang di baca tebal )

c. Apabila Ra berharakat damah atau damahtain dan huruf sebelumnya berupa Ya sukun dan Ra tersebut di waqafkan .

Contoh bacaan ra tarqiq :

Bacaan lam jalalah

3. Hukum Bacaan Ra tafkhim dan tarqiq

Ciri – ciri ra yang dibaca tafkhim dan tarqiq :

a. Apabila ra sukun di dahului oleh huruf berharakat kasrah dan huruf sesudah huruf ra  terdapat huruf isti’la yang berharakat kasrah atau kasrahtain

b. Apabila ada Ra sukun didahului oleh huruf yang berharakat kasrah dan sesudah ra terdapat huruf isti’la yang tidaj berharakat kasrah .

Contoh bacaan ra yang di baca tafkhim dan tarqiq :

بِحِرْصٍ , مِرْصَادٌ

Demokian penjelasan mengenai hukum bacaan lam jalalah dan hukum bacaan ra. Semoga dengan penjelasan yang sesingkat ini , dapat bermanfaat . Dan dapat sedikit untuk mengurangi dan memperbaiki bacaan – bacaan kita dalam membaca Al-qur’an . Amin

adversitemens