Amalan Saat Terjadi Gerhana Matahari Menurut Ajaran Rosulullah

Gerhana Matahari Total atau disingkat dengan GMT di kabarkan atau di prediksi terjadi di indonesia pada tanggal 9 Maret 2016 yang sudah sekian lama tidak terjadi di indonesia . Kejadian gerhana matahari total jarang terjadi , bahkan diprediksikan terjadi kurang lebih 33 tahun sekali . Apakah yang akan kita lakukan ketika kejadian yang fenomenal atau jarang terjadi itu terjadi ? apakah hanya duduk manis saja , atau bahkan hanya mencari – cari cara bagaimana melihat kejadian gerhana matahari total tersebut .

Gerhana matahari total adalah suatau fenomena alam yang sudah ada sejak zaman Rosulullah saw . Dan bagaimanakah Rosulullh saw mengajarkan kita sebagai orang muslim cara menghadapi gerhana matahari ? adakah amalan atau ibadah yang khusus dilakukan ketika terjadi gerhana matahari total ? untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita fahami penjelasan di bawah ini !

Gerhana Matahari

Amalan Saat terjadi Gerhana Matahari Total

A. Pengertian gerhana matahari

Gerhana matahari , yaitu suatu kejadian dimana bulan berada diantara matahari dan bumi , sehingga sinar matahari terhalang bulan tidak sampai ke bumi . Ini merupakan gambaran terjadinya gerhana matahari dalam ilmu IPA . Dan menurut sebagian ilmuwan atau pakar bahasa arab menjelaskan :

adversitemens

Gerhana matahari

Dari penjelasan di atas , ada dua istilah yaitu Kusuf artinya gerhana matahari , dan khusuf artinya gerhana bulan .

B. Amalan yang dilakukan 

Sebagai seorang mukmin , janganah merasa bingung apalagi takut ketika akan terjadi gerhana matahari ataupun bulan . Karena Rasulullah saw telah mengajarkan kepada kita umatNya untuk melakukan beberapa amal ibadah sebagai berikut :

1. Memperbanyak dzikir , membaca istigfar , takbir dan memperbanyak sedekah serta melakukan amalan – amalan ketaatan lainnya .

Rasulullah saw mengajarkan kepada kita untuk melakukan beberapa hal ibadah antara lain :

adversitemens
  • Berdo’a kepada Allah swt
  • Berdzikir
  • membaca istigfar
  • Membaca Takbir
  • Mengerjakan shalat
  • Bersedekah

Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadist di bawah ini :

Gerhana matahari

2. Mengerjakan shalat Gerhana secara berjama’ah 

Rosulullah saw dahulu ketika terjadi gerhana baik matahari ataupun gerhana bulan selalu mengerjakan shalat gerhana secara berjama’ah di masjid atau di tanah lapang . Namun tidak ada salahnya dikerjakan sendiri . Rasulullah saw menjelaskan sebagai berikut :

Gerhana Matahari

Apakah mengerjakan secara berjama’ah erupakan syarat shalat gerhana ? berikut jawabannya :

Gerhana Matahari

Dari hadist tersebut dapat disimpulka bahwasannya mengerjakan shalat gerhana boleh dilakukan sendiri , tidak harus dikerjakan secara berjama’ah . Namun , jika dilakukan scara berjama’ah itu lebih baik atau lebih afdhal . Karena melakukan shalat gerhana secara berjama’ah di msjid atau di tanah lapang itu seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw .

Dan walaupun shalat gerhana merupakan shalat yang hukumnya sunnah , namun menurut sebagian ulama merupakan shalat sunnah yang sangat dianjurkan atau sunnah muakad ,

3. Seorang Wanita boleh melaksanakan shalat gerhana bersama kaum laki – laki 

Seorang wanita diperbolehkan mengerjakan shalat gerhana bersama dengan kaum laki – laki , di masjid . Namun , apabila di khawatirkan dengan keluarnya seorang wanita untuk pergi shalat gerhana secara jama’ah di masjid menimbulkan fitnah atau menggoda kaum pria , maka sebaiknya seorang wanita mengerjakan shalat gerhana sendiri di rumah .

Dasar hadist yang menjelaskan hal ini adalah :

Gerhana Matahari

Gerhana Matahari

Gerhana Matahari

Dari hadist – hadist di atas sudah sangat jelas bahwa seorang wanita diperbolehkan untuk mengerjakan shalat gerhana secara berjama’ah bersama dengan kaum laki  – laki .

4. Tidak adanya Adzan dan Iqomah 

Perhatikan hadist di bawah ini :

Gerhana Matahari

Dari hadist di atas , dijelaskan bahwa Rasulullah saw tidak menyruh manusia untuk mengumandangkan adzan ataupun iqomah , namun hanya menyeru jama’ah dengan panggilan ‘ash atau seruan untuk mengerjakan shalat gerhana secara berjama’ah .

5. Melakukan Khutbah setelah mengerjakan shalat gerhana 

Disunnahkan untuk melaksanakan khutbah setelah mengerjakan shalat gerhana . Khutbah yang dilakukan sebanyak dua kali , seperti halnya khutbah shalat jum’at .

Hal ini didasarkan pada sebuah hadist di bawah ini :

Gerhana Matahari

Gerhana Matahari

Demikian penjelasan mengenai amalan ibadah yang dilakukan apabila kita menghadapi fenomena alam yaitu gerhana matahari yang dicontohkan oleh Rasulullah saw .

Jadi , dengan penjelasan mengenai amal ibadah saat terjadi gerhana matahari di atas semoga pandangan – pandangan yang keliru selama ini tentang menghadapi fenomena gerhana dapat dirubah . Dan tidak lagi mempercayai mitos – mitos tentang gerhana matahari yang tidak ada dasar hukumnya dalam syariat islam .Dan mari mulai saat ini berhentilah untuk mencari cara bagaimana dapat melihat gerhana matahari , dan tidak memikirkan ibadah.Semoga kita tidak tergolong orang – orang seperti itu .

Dan semoga kita tidak bingung lagi serta takut menghadapi gerhana matahari , karena fenomena gerhana matahari juga termasuk kebesaran Allah swt . Dan kita patut melaksanakan amalan – amalan yang seperti di jelaskan di atas . Semoga bermanfaat .

adversitemens