Memahami Macam – Macam Dam Haji Dan Umrah

Memahami dam haji  dan umrah | Dam haji  lebih dikenal dengan istilah denda . Sedangkan pengertian dari dam haji yaitu sesuatu yang wajib dipenuhi oleh jama’ah haji karena melanggar larangan haji atau karena meninggalkan wajib haji . Lalu , apa perbedaan dari dam haji dan dam umrah ? sesungguhnya dam haji dan dam umrah itu sama , yaitu membayar dam dengan menyembelih hewan – hewan ternak . Hewan ternak tersebut sama halnya dengan hewan yang boleh untuk kurban , yaitu unta , kambing dan sapi .

dam haji

Larangan haji , adalah :

  1. Bagi laki – laki dilarang untuk menggunakan pakaian yang berjahit.
  2. Menutup kepala bagi laki – laki dan menutup wajah bagi wanita .
  3. Memotong kuku .
  4. Membunuh hewan buruan .
  5. Bersetubuh ( melakukan hubungan suami istri )
  6. Memakai wangi – wangian .
  7. Mengadakan akad nikah ( menikah atau menikahkan )
  8. Memotong rambut atau bulu badan yang lainnya
  9. Memakai minyak rambut

Macam – Macam Dam ( Denda )

Dam (denda ) dalam haji dan umrah terbagi menjadi dua macam , yaitu :

  1. Dam Nusuk
  2. Dam Isa’ah

1.Dam Nusuk ( Dam sesuai dengan ketentuan Ibadah )

Dam nusuk , yaitu dam atau denda yang diberikan kepada jama’ah haji yang mengerjakan haji Tamattu’ dan qiran, dan bukan karena melanggar sesuatu yang dilarang .

adversitemens

Macam – macam haji :

  • Haji Tamattu , yaitu Haji yang dilaksanakan pada bulan haji dengan mendahulukan ibadah umrah terlebih dahulu .
  • Haji Qiran , yaitu Haji yang dilaksanakan pada bulan haji dengan mendahulukan haji daripada umrah .
  • Haji Ifrad , yaitu Haji yang dilaksanakan antara umrah dan haji dilakukan bersamaan .

Dam yang harus dikeluarkan , yaitu :

a. Menyembelih seekor kambing .

b. Berpuasa 10 hari , 3 hari di Makkah dan 7 hari setelah pulang haji .

2. Dam Isa’ah

Dam isa’ah yaitu dam atau denda yang dikenakan karena seorang jama’ah haji melakukan pelanggaran terhadap yang dilarang .

Bentuk – bentuk pelnggaran beserta damnya :

adversitemens
  1. Bersetubuh

Seorang yang sedang menunaikan  haji dan melakukan pelanggaran tersebut , maka dam yang harus di bayar adalah :

  • Menyebelih seekor unta atau menyembelih seekor sapi atau menyembelih tujuh ekor kambing atau hajinya di ulang pada lain waktu .
  • Memberi makan fakir miskin seharga seekor unta .
  • Berpuasa sejumlah hari yang sudah di tentukan dengan ketentuan yaitu 0,8 kg daging unta setara dengan satu hari .

2. Berburu

Dam yang dikeluarkan karena melakukan pelanggaran tersebut adalah :

  • Menyembelih binatang sebanding dengan binatang yang di bunuh .
  • Bersedekah kepada fakir miskin  sebanyak harga hewan yang dibunuhnya .
  • Berpuasa sejumlah hari yang sudah ditentukan , dengan ketentuannya 0.8 kg x daging binatang yang dibunuh sama dengan satu hari .

3. Mencukur rambut , memotong kuku , memakai pakaian berjahit bagi laki – laki , meminyaki rambut , memakai wewangian.

Dam yang harus dikeluarkan adalah :

  • Menyembelih seekor kambing
  • Bersedekah 9,3 liter kepada 6 fakir miskin

4. Meninggalkan salah satu wajib haji

Dam yang dikeluarkan adalah :

  • Menyembelih seekor kambing
  • Berpuasa sepuluh hari , tiga hari di Mekkah dan tujuh hari setelah pulang haji

5. Bersetubuh setelah tahalul pertama

Dam yang harus dikeluarkan , yaitu :

  • Menyembelih seekor kambing
  • Bersedekah 9,3 liter kepada 6 fakir miskin

Waktu pembayaran Dam

Waktu yang dianjurkan untuk pembayaran dam atau menyembelih hewan untuk memnayar dam , yaitu pada tanggal 10 Dzulhijjah . Pembayaran dam dilakukan di kota Mekkah , bukan di madinah ataupun di tanah air .

Demikian penjelasan mengenai macam – macam dam / denda haji dan umrah . Semoga bermanfaat , apabila kita menginginkan haji kita syah dan mabrur maka langkah pertama yaitu memperbaiki semua tingkah laku kita dan tidak melanggar semua larangan dalam ibadah haji maupun umrah . Dan apabila akan melakukan dam , maka hendaknya mencari penjual hewan sembelihan yang dapat dipercaya atau meminta pertolonga orang yang sudah berpengalaman , demi menjaga diri dari penipuan . Karena apabila seseorang yang sedang menjalankan ibadah haji dan melakukan suatu pelanggaran yang dilarang , dan tidak melakukan pembayaran dam . Maka haji yang dilakukan akan sia – sia atau tidak syah , bahkan harus mengulang pada waktu yang lain .

adversitemens