Memahami Adab bertamu dan menerima tamu dalam islam

Adab Bertamu dan menerima tamu |Adab bertamu dan menerima tamu dianggap sepele , akan tetapi adab  bertamu dan menerima tamu ada dasar yang melandasinya.Padahal tiap kali kita selalu melakukan baik bertamu ataupun menerima tamu  karena  manusia  adalah mahluk sosial maka kita tentu tidak dapat hidup tanpa adanya interaksi dengan yang lainnya . Mari kita fahami bersama bagaimana tata cara  atau adab bertamu dan menerima tamu baik dengan orang yang di kenal ataupun yang baru kenal . Dalam islam hal ini pun ada tata caranya bahkan banyak terkandung di dalam al-qur’an dan hadist . Orang yang memiliki sikap yang baik atau akhlakul karimah pasti bersikap sesuai adab saat bertamu ataupun menerima tamu .

Adab bertamu

Adab Bertamu

Dalam islam , ada beberapa adab atau tatacara bertamu diantaranya yaitu :

1.Berpakain rapi dan pantas

Walaupun sepele, berpakain pantas saat bertamu berarti menghormati tuan rumah dan dirinya sendiri . Hal ini dijelaskan di dalam QS. Al- Isra’ ayat 7 :

bertamu dan menerima tamu

adversitemens

Lafadz ( inna akhsantum akhsanntum lianfusikum . .  . . . . )

Artiny : ” Jika kamu berbuat baik ( berarti ) berbuat baik bagi dirimu sendiri . ”  ( QS.Al- isra’ayat 7 ) .

2. Memberikan  isyarat dan salam ketika hendak bertamu

Sebelum kita masuk kedalam rumah orang lain atau bertamu , hendaknya kita mengucapkan salam terlebih dahulu . Hal ini juga di jelaskan dalam QS An- Nur ayat 27 :

bertamu dan menerima tamu

bertau dan menerima tamu

Lafadz ( Yaayyuhalladzina amanu la tadhuluu buyutan ghaira buyutikum khatta tasta nisu watusallimuu ‘ala ahlihaa . . . . .)

adversitemens

bertamu dan menerima tamu

            abad bertamu . . . .. . . .(QS.An- Nur ayat 27 )

Dan Hadist nabi juga menjelaskan :

” Bahwasannya seorang laki – laki hendak meminta izin ke rumah nabi muhammad saw sedangkan beliau ( Nabi ) berada di dalam rumah. Katanya “Bolehkah aku masuk ” lalu Nabi muhammad saw bersabda kepada seorang  pembantunya , “Temuilah orang itu dan ajarkan padanya cara minta izin dan katakanlah kepadanya agar mengucapkan ” Assalamu’alaikum ,bolehkah aku masuk ?”Lelaki itu mendengar apa yang di katakan Nabi muhammad saw lalu ia langsung berkata .”Assalamu’alaikum , bolehkah aku masuk ?” Nabi muhammad saw memberi izin dan masuklah ia . ” ( HR.Abu Dawud )

3. Jangan mengintip ke dalam rumah

Sebelum kita di perbolekan untuk masuk ke dalam rumah seseorang , maka kita jangan mengintip seperti yang terkandung di dalam Hadist yang diriwayatkan ole Imam Bukhari dari sahl bin sa’d :

” Sahl bin sa’d berikata :” ada seseorang laki – laki  mengintip pada sebuah lubang pintu rumah ,  Rasululla saw  bersabda:” jika aku tahu engkau mengintip niscaya aku colok matamu .Sesungguhnya Alloh memerintahkan untuk minta izin itu adalah karena untuk menjaga pandangan mata . ( HR.Bukhari )

4. Memita izin masuk maksimal sebanyak 3 kali .

Apabila kita bertamu sudah tiga kali meminta izin tapi tidak ada jawaban dari tuan rumah maka hendaknya pulang dan kembali lagi di waktu lain .

5. Memperkenalkan diri kepada tuan rumah .

Hadist yang menjelaskan tentang hal ini , yaitu :

“Dari jabir r.a. ,ia berkata : Aku pernah datang kepada Nabi muhammad saw , lalu aku mengetuk pintu rumah beliau,Nabi muhammad saw bertanya “siapakah itu ?” Aku menjawab “Saya ” Beliau bersabda : ” saya …. saya!!!!” sekan akan beliau marah . “( HR .Bukari )

Oleh sebab itu ,hal ini menguatkan bahwa jadi seorang  tamu hendaknya menyebutkan nama dirinya secara jelas sehingga tuan rumah tidak ragu lagi untuk menerima kedatangannya .

6. Tamu laki – laki dilarang masuk apabila tuan rumah hanya seorang wanita .

Hal ini dijelaskan di dalam suatu hadist ,perhatikan sabda Rosulullo di bawa ini :

“Janganlah seorang laki – laki bersepi – sepi bersama seorang perempuan kecuali ia (perempuan tersebut ) bersama mahramnya . . . . .” ( HR.Bukhari Muslim )

7. Masuk lalu duduk dengan sopan .

8. Menerima semua jamuan tuan rumah dengan senang hati .

9. Segeralah pulang apabila telah selesai urusan .

Seorang tamu yang bijaksana , tidak memperpanjang kunjungannya apabila keperluannya sudah selesai .

10. Lama waktu kunjungan yaitu paling lama 3 hari tiga malam , apabila tempat tinggalnya jauh .

Adab menerima tamu

Selain bertamu kita apabila menjadi tuan rumah atau menerima tamu juga harus mengetahui bagaimana tatacara atau adab dalam menerima tamu , tujuannya yaitu tidak hanya supaya tamu yang datang merasa nyaman juga untuk menjaga kehormatan kita .

Adab menerima tamu yaitu :

1.Berpakain yang pantas

Berpakaian yang pantas bukan berarti menggunakan pakaian yang bagus , akan tetapi cukup sopan dan enak di pandang .Berpakaian yang rapi saat menerima tamu berarti menghormati tamu dan diri sendiri .

2. Saat menerima kedatangan tamu harus bersikap yang baik .

Contoh sikap yang baik yaitu menerima tamu dengan wajah yang ceria dan murah senyum .

Sikap yang harus di jauhi yaitu memalingkan muka , acuh , tidak mau memandang wajah tamu serta sikap – sikap sombong lainnya .

3. Tidak merepotkan diri .

Bagi tuan rumah hendaknya menyediakan jamuan yang pantas , akan tetapi apabila tuan rumah seorang yang tidak punya maka air putih saja juga sudah cukup . Dan apabila air putih juga tidak punya maka jamulah dengan senyum dan sikap yang baik .

Perhatikan sabda Rosululloh saw ;

“Setiap kebaikan adalah ibadah .” ( HR.Bukhari )

4. Lama waktu sesuai dengan hak tamu yakni tiga hari tiga malam ,selebih dari waktu itu merupakan sadaqoh darinya.

Perhatikan sabda nabi saw :

“Hormatilah tamu sampai tiga hari , adapun selebihnya adalah merupakan shadaqoh darinya .” ( HR. Muttafaqun’alaihi )

5. Antarkan sampai pintu halaman jika tamu pulang .

Perhatikan sabda Rosululloh saw :

” Sesungguhnya merupakan perbuatan yang sunnah apabila seseorang ( Tuan rumah )keluar bersama – sama tamunya sampai kepintu halaman .” ( HR.Ibnu Majjah )

6. Wanita yang sendirian di rumah dilarang menerima tamu laki – laki masuk dalam rumah tanpa seizin suami .

Perhatikan firman Alloh swt dalam potongan ayat QS. An- Nisa ayat 34 :

. . . .tamu . . . .

Lafadz ( . . .Fassolihatu qanitatun khafidatun lilghaibi bima kha fidallahu . . . )

Artinya :

”  . . . .Wanita ( istri ) yang shaleh ialah yang taan kepada Alloh  dan memelihara diri ( tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya ) di balik pembelakangan suaminya ( waktu suaminya pergi ) karena Alloh telah memelihara mereka ( telah mewajibkan suaminya untuk mempergauli merea dengan baik ) . . . . . .” ( QS.An -Nisa (4) :34 )

Membiarkan tamu laki – laki masuk kedalam rumah padahal ia (wanita ) tersebut seorang sendiri sama saja membuka peluang besar akan timbulnya bahaya bagi diri sendiri dan harta harta suaminya . Serta dapat menimbulkan fitnah .

Demikian penjelasan mengenai bagaimana adab bertamu dan menerima tamu dalam islam . Setelah kita mengetahui sedikit mengenai adab bertamu dan menerima tamu semoga dapat mempraktekannya . orang yang beradab dapat di tunjukkan dengan bagaimana sikap kita bertamu dan menerima tamu .Semoga kita termasuk orang – orang yang beradab .

adversitemens